Loading .. Please wait

TUBRUKAN KAPAL TRISILA BHAKTI II GERBANG SAMUDRA 2 DI SELAT BALI

Image

Pada tanggal 13 Mei 2022 pukul 16.17 WIB1, kapal Roro Gerbang Samudera 2 (GS 2) bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi dengan jumlah awak kapal 17 orang, penumpang pejalan kaki sebanyak 6 orang, 5 unit truk sedang, 13 unit kendaraan kecil, 3 unit bus, 2 unit truk mini dan 7 unit sepeda motor.

Pukul 16.26 WIB, kapal Roro Trisila Bhakti II (TB II) bertolak dari Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali menuju Ketapang dengan jumlah awak kapal 27 orang, 80 orang penumpang, 18 unit sepeda motor, 16 unit kendaraan kecil, 9 unit truk mini, dan 1 unit truk sedang.

Pukul 17.45 WIB, GS 2 berhasil sandar kiri di dermaga Movable Bridge 1 (MB1)Ketapang setelah gagal sandar sebanyak 3 kali. Karena keterlambatan waktu sandar tersebut, menyebabkan GS 2 didiskualifikasi dan hanya diperbolehkan untuk membongkar muatan saja.

Pukul 17.48 WIB, TB II berhasil sandar kiri di dermaga ponton Ketapang setelah gagal sandar dalam percobaan pertama. TB II dapat dispensasi 10 menit untuk melakukan pemuatan.

Pukul 17.49 WIB, GS 2 menutup pintu rampa untuk persiapan berangkat menuju Gilimanuk.

Pukul 17.50 WIB, GS 2 berolah gerak keluar dari dermaga MB1, dengan mesin kiri mundur, hingga buritan kapal berada di sebelah utara dermaga MB1 dengan posisi kapal melintang. Kemudian GS 2 mulai maju dengan mesin kiri maju, kemudian mesin kanan juga maju, kemudi kanan 20.

Pukul 17.55 WIB, TB II lepas tali dari dermaga, kemudian nakhoda berolah gerak dengan mesin koppel, kapal mundur ke arah selatan, kemudi cikar kanan untuk putar kiri hingga kapal menghadap ke selatan. Setelah proses memutar selesai dan haluan TB II sudah menghadap selatan, nakhoda menginstrusikan mesin maju untuk menghindari TB II hanyut ke arah dermaga.

Pukul 18.02 WIB, GS 2 mulai bergerak maju, tiba-tiba mualim jaga melihat TB II yang juga sedang bergerak keluar dari Dermaga Ponton. Pada saat itu arus dari utara mendorong GS 2 mendekat ke dermaga MB1, mualim jaga memajukan kapal untuk menghidarkan GS 2 dari dermaga MB1.

Pada saat yang bersamaan TB II yang sudah bertolak dari dermaga ponton juga mulai bergerak maju. Nakhoda TB II melihat ternyata GS 2 yang juga keluar dari dermaga MB1 dengan posisi melintang di haluan TB II dengan jarak yang sudah cukup dekat. Nakhoda TB II memerintahkan Jurumudi untuk menginformasikan GS 2 melalui radio: “Gerbang permisi haluan , TB mau ke selatan”. Namun tidak ada respon dari GS 2.

Pukul 18.04 WIB, Perwira jaga GS 2 menginformasikan TB II untuk menahan posisi dan GS 2 mulai laju. Saat itu TB II sudah bergerak maju. Nakhoda GS 2 saat itu sudah naik di anjungan dan mengambil alih komando kapal dari mualim jaga. Sementara di anjungan TB II, Kepala Kamar Mesin kemudian menyalakan isyarat bunyi dengan suling Panjang untuk menarik perhatian GS II. Nakhoda TB II melihat jarak dengan GS 2 sudah semakin dekat memutuskan untuk menambah kecepatan untuk mencoba melewati haluan GS 2. Pada saat jarak semakin dekat, nahkoda TB II menginstrusikan jurumudi untuk cikar kanan setelah bagian haluan TB II berhasil melewati haluan GS 2 guna menghindari bagian buritan TB II terkena haluan GS2.

Pukul 18.07 WIB, karena jarak sudah terlalu dekat dan GS 2 masih bergerak maju menyebabkan lambung kanan bagian tengah TB II kontak dengan haluan GS 2 yang menyebabkan railing dan dinding cerobong TB II mengalami kerusakan.

Setelah terjadi senggolan, Nakhoda TB II segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas jaga KSOP Tanjung Wangi di saluran 16 (channel 16). Lalu nakhoda juga melaporkan kejadian tersebut kepada petugas LPS dan diinstrusikan untuk kembali sandar di Dermaga Ponton menggantikan Nusa Makmur setelah selesai proses bongkar muat. Sementara GS 2 tetap melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Pukul 18.40 WIB, GS 2 tiba dan sandar di Pelabuhan Gilimanuk. Pukul 19.00 WIB, TB II kembali sandar di dermaga ponton untuk menurunkan kendaraan dan penumpang.

Pukul 19.15 WIB, GS 2 berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk menuju dermaga LANAL (Pangkalan TNI AL) untuk pemeriksaan lebih lanjut paska senggolan dengan TB II.

Pukul 20.00 WIB, TB II keluar dari dermaga ponton dan menuju dermaga LANAL.

Pukul 20.10 WIB, TB II sandar di dermaga LANAL. Pukul 20.30 WIB, Petugas dari syahbandar KSOP Kelas III Banyuwangi dan BPTD naik di atas TB II.

Pukul 20.50 WIB, GS 2 sandar di dermaga LANAL.

Pukul 23.00 WIB, pemeriksaan TB II oleh petugas syahbandar KSOP Kelas III Banyuwangi selesai dilaksanakan.

Akibat tubrukan menyebabkan kerusakan pada kedua kapal. GS 2 mengalami kerusakan railing dan stopper hanger pintu rampa pada haluan bagian kiri. Sementara TB II mengalami beberapa kerusakan pada lambung kanan dek penumpang seperti railing, tiang penyangga ruang penumpang, pipa hidrant dan kotak hidrant, plat lambung cerobong kanan dan plafon ruang penumpang berlobang.




Share:

BERITA TERKAIT

Survey