Loading .. Please wait

TERBAKARNYA KAPAL SABUK NUSANTARA 91 DI PELABUHAN MASALEMBO

Image

Pada tanggal 16 September 2022 pukul 06.00 WIB, Sabuk Nusantara 91 tiba dan sandar kiri di Pelabuhan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur. Kapal mengangkut 117 penumpang dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Pada waktu itu, di anjungan terdapat Nakhoda, Mualim I, dan Mualim II. Sementara itu, di loket1 terdapat komprador2 .

Setelah proses sandar selesai, 97 penumpang tujuan Masalembu turun dari kapal, sedangkan 20 penumpang lainnya akan melanjutkan pelayaran menuju Pulau Karamian, Jawa Timur. Pada saat yang sama, sejumlah calon penumpang dari Masalembu mulai berdatangan naik ke atas kapal. Pada waktu itu, loket pembelian tiket penumpang yang ada di atas kapal belum dibuka.

Tidak lama kemudian, enam awak kapal mulai turun ke ruang penumpang untuk membersihkan ruangan. AB1 dan AB2 turun ke ruang penumpang Geladak 1 Depan; AB3 dan AB4 turun ke ruang penumpang Geladak 1 Tengah; sedangkan AB5 dan AB6 turun ke ruang penumpang Geladak 1 Belakang.

Berdasarkan wawancara dengan AB3 dan AB4, tidak terlihat ada penumpang di dalam ruang penumpang Geladak 1 Tengah. Mereka juga mengaku tidak melihat atau mencium adanya api atau asap ketika bekerja membersihkan ruangan tersebut. Tidak lama setelah AB3 dan AB4 membersihkan ruang penumpang Geladak 1 Tengah, mereka naik ke atas untuk melanjutkan pekerjaan lainnya.

Pukul 06.30 WIB, suling pertama kapal dibunyikan, pertanda one hour notice (persiapan keberangkatan ke Pulau Karamian). Awak Kapal Mesin mulai bersiap di Kamar Mesin.

Pukul 07.00 WIB, suling kedua kapal dibunyikan, pertanda kapal siap berangkat dan loket penjualan tiket di atas kapal mulai dibuka.

Tidak lama kemudian, alarm kebakaran Geladak 1 di panel fire alarm anjungan aktif. Suara alarm juga terdengar oleh para penumpang dan awak kapal lainnya. Alarm tersebut disusul oleh munculnya sejumlah penumpang yang berlarian dari Geladak 2 menuju Geladak 3 sambil meneriakkan “Asap!”. Para penumpang berlarian keluar lalu turun dari kapal melalui pintu kiri Geladak 3. Komprador yang tengah bersiap untuk menjual tiket segera keluar dari loket dan berlari menuju tangga akses ke anjungan. Asap terlihat hitam pekat.

Setibanya di anjungan, Komprador memberitahukan awak kapal yang ada di anjungan tentang adanya teriakan penumpang. Mualim II yang saat itu sedang mengarahkan penumpang untuk membeli tiket di loket, segera mengumumkan keadaan bahaya melalui public addressor dan meminta awak kapal lainnya untuk bersiap lakukan pemadaman di Geladak 1 dan mengevakuasi penumpang.

Nakhoda, Mualim II, Mualim III, dan Komprador segera turun menuju Geladak 3 dengan membawa beberapa peralatan pemadam kebakaran. Mereka berkumpul di depan loket bersama dengan awak kapal lainnya, tepat di depan tangga penghubung Geladak 2 dan Geladak 3. Nakhoda segera mengenakan pakaian Fireman Outfit (FO) dan Breathing Apparatus (BA). Sementara itu, awak kapal lainnya di sekitar Nakhoda juga mengenakan Emergency Escape Breathing Devices (EEBD). Sebagian awak mesin lainnya mempersiapkan slang pemadam kebakaran dan pompa pemadam kebakaran. Kondisi Geladak 3 mulai diselimuti asap hitam tebal. Pada saat yang sama, Mualim II, Juru Minyak, dan sebagian awak kapal lainnya membantu evakuasi penumpang. Para penumpang diarahkan keluar melalui pintu kiri Geladak 3 untuk turun ke dermaga.



Share:

BERITA TERKAIT

Survey