INVESTIGASI KECELAKAAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN, KEBAKARAN TRUK TRAILER TANGKI PERTAMINA DI JALAN TOL LINGKAR LUAR CENGKARENG, JAKARTA BARAT, TANGGAL 19 NOVEMBER 2022
Pada hari jumat tanggal 18
November 2022 pukul 18.30 WIB truk trailer tangki Pertamina B9407-SEH berangkat
dari IT Jakarta Grup di Plumpang untuk penugasan kedua tujuan daerah Pramuka
dan Cengkareng Jakarta mengangkut Solar 8000 liter dan Pertalite 16000 liter.
Setelah dinyatakan lulus fit to work, AMT-1 dan AMT-2 melakukan pengisian muatan
bbm dan penyegelan manhole. Sekitar pukul 20.00 WIB, truk trailer tangki sampai
di SPBU jalan Pramuka dan melakukan unloading bbm jenis Solar 8000 liter dan
Pertalite 8000 liter. Setelah selesai truk trailer tangki melanjutkan
perjalanan ke SPBU di Cengkareng. Sekitar pukul 21.25 WIB sesaat sebelum keluar
Gerbang Tol KM 7 Lingkar Luar Jakarta, kedua AMT mendengar suara ledakan kecil
sekitar truk trailer tangki. AMT-1 menepikan truk trailer tangki ke bahu jalan.
AMT-2 mengelilingi truk trailer tangki, terlihat kepulan asap putih dan debu di
belakang kanan trailer tangki. AMT-2 melihat kondisi ban kanan dalam sumbu
terakhir trailer tangki robek dan ada percikan api. AMT-1 dan AMT-2 melakukan
pemadaman titik api pakai APAR yang ada pada truk trailer tangki sebanyak 3
tabung dan ditambah 1 tabung bantuan dari kendaraan lain. Namun api tidak dapat
padam dan semakin membesar, AMT menghubungi Pengawas Armada IT Jakarta Grup
menggunakan telepon selular. Pada saat kejadian kebakaran cuaca tidak hujan.
Kecelakaan ini tidak mengakibatkan adanya korban jiwa.
Berdasarkan hasil investigasi dan
analisis dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab yang paling memungkinkan
terjadinya kecelakaan terbakarnya truk trailer tangki pertamina adalah jalur
suplai trailer mengalami kebocoran bertahap, parking brake spring trailer tidak
kuat menahan tekanan pegas. Kondisi S-cam tidak kembali bebas, secara mekanis
mengakibatkan kampas rem dan tromol bergesekan terus-menerus memperlambat roda.
Gesekan ini menghasilkan penumpukan panas yang lebih besar daripada yang bisa
diserap dan dibuang oleh tromol rem, berisiko terjadi perpindahan panas. Ketika
ban karet menjadi terlalu panas, reaksi kimia pyrolysis dapat terjadi. Ban
meletus uap hidrokarbon yang berkontak dengan oksigen dari udara bebas langsung
bereaksi dan terbakar. Pada akhirnya ban juga ikut terbakar. Titik asal api
(fire origin) berada di sekitar roda sumbu belakang ban kanan dalam trailer
(āVā pattern). Penggunaan APAR yang tidak tepat dan tekanan rendah
menghilangkan momentum untuk pengendalian api.
Atas peristiwa tersebut, KNKT
telah menerbitkan rekomendasi keselamatan kepada Direktur Jenderal Perhubungan
Darat Kemenhub, Manajemen PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Petrofin Elnusa.