Loading .. Please wait

INVESTIGASI KECELAKAAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN TRUK TRAILER TANGKI PERTAMINA DI JL. DR. WAHIDIN, JOMBLANG, CANDISARI, KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH, TANGGAL 2 AGUSTUS 2022

Image

Hari Selasa tanggal 2 Agustus 2022 jam 01.50 wib di IT Semarang, AMT1 dan AMT2 Truk Trailer Tangki Pertamina E 9296 YB dinyatakan fit to work. Jam 02.56 wib melakukan perjalanan sesuai perintah pengiriman sebanyak 24 KL ke Kota Jepara. Jam 10.00 wib truk trailer tangki kembali ke IT Semarang. Jam 12.00 kedua AMT berakhir jam kerja, namun karena diperbolehkan tambah jam kerja maka jam 12.04 wib kedua AMT melakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan fit to work. Jam 12.59 wib AMT2 mengisi solar truk trailer tangki sebanyak 12 liter untuk pengiriman ke Banyumanik. Jam 13.19 wib kedua AMT melakukan perjalanan sesuai perintah pengiriman sebanyak 24 KL tanpa menambah saldo eToll. Jam 15.00 wib truk trailer tangki tiba di SPBU UNDIP dan melakukan pengisian sebanyak 8 KL. Jam 16.02 wib tiba di SPBU Taman Unyil untuk melakukan pengisian sebanyak 16 KL. Jam 16.57 wib truk trailer tangki kembali ke IT Semarang melewati Jalan Perintis Kemerdekaan Srondol Wetan tidak lewat jalan tol karena saldo e-Toll kurang. Jam 17.14 wib truk trailer tangki mengalami mesin mati di Jalan Semarang-Surakarta Karangrejo. AMT1 turun untuk pengamanan lalu lintas dan AMT2 membuka kabin untuk memompa solar dari tangki secara manual. Jam 17.23 wib setelah mesin nyala melanjutkan perjalanan, namun 3 menit kemudian mesin mati lagi di Jalan Dokter Wahidin Jatingaleh. AMT2 memompa lagi solar secara manual dibantu warga dan berhasil menyalakan mesin. Jam 17.46 wib melanjutkan perjalanan pada kondisi geometrik jalan menurun panjang dan AMT1 merasakan guncangan pada kabin. Setelah melewati Vihara Tanah Putih, tiba-tiba kabin terjungkit posisi miring menghadap ke bawah. AMT1 tidak dapat mengendalikan truk trailer tangki sehingga bergerak lurus ke jalur berlawanan menuju bahu jalan, kemudian bagian atap truk menabrak pagar seng dan terhentikan setelah menabrak bangunan kosong rangka baja. Kejadian kecelakaan tunggal ini mengakibatkan AMT2 meninggal dunia dan AMT1 mengalami luka berat.

Berdasarkan hasil investigasi dan analisis dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kecelakaan tunggal truk trailer tangki adalah terjadi ignition delay, udara masuk ke dalam sistem bahan bakar sehingga menghambat aliran bahan bakar. AMT2 memompa solar dari tangki dengan cara priming pump ditekan secara manual dengan tangan. Tidak dipastikannya stopper pin masuk dengan aman ke tempatnya saat mengemudi dan cab mounting rubber diganti karet sandal sehingga terdapat celah yang besar antara pengait (hook) dengan eye bolt, memperparah kegagalan operasikan cab lock lever. Truk trailer tangki mengalami goncangan luar biasa di jalan menurun yang menyebabkan kemiringan kabin, akibatnya cab lock lever posisi release dan hook terlepas dari eye bolt.

Faktor penyebab fatalitas awak truk trailer tangki adalah dampak benturan atap truk ke bangunan kosong rangka baja mencapai survival space ruang kemudi.

Atas peristiwa tersebut, KNKT telah menerbitkan rekomendasi keselamatan kepada Manajemen PT. Pertamina Patra Niaga dan Manajemen PT. Puspita Cipta.


Share:

BERITA TERKAIT

Survey