INVESTIGASI KECELAKAAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN BERUPA TABRAKAN BERUNTUN TRUK TRAILER DAN 17 KENDARAA LAINNYA DI JALAN TOL CIPULARANG KM.92, PURWAKARTA, JAWA BARAT, SENIN 11 NOVEMBER 2024
Pada hari Senin tanggal 11 November 2024 pukul 12.48 wib, Pengemudi mengemudikan Truk Trailer B 9440 JIN (selanjutnya disebut Truk Trailer) dari PT. Puri Nusa Eka Persada, Buah Batu, Bandung tujuan ke PT. Indah Kiat, Serang, Banten. Truk trailer membawa muatan lembaran kardus dipres terikat diatas kereta tempelan plat dek dan ditutup terpal. Pukul 13.00 wib, Truk Trailer masuk ke Gerbang Tol Buah Batu Bandung, kondisi cuaca hujan. Pukul 15.15 wib, saat Truk Trailer melewati ruas Jalan Tol Cipularang KM.94-93B kondisi jalan menurun Pengemudi melakukan pengereman dan menurunkan roda gigi transmisi, mengaktifkan exhaust brake, tarik rem tangan serta aktifkan rem trailer. Truk trailer terus melaju di roda gigi transmisi ke-4 di lajur kanan. Truk Trailer menabrak antrian kendaraan dan terguling di KM 92+200B, akibatnya muatan kardus terlepas dan ada yang menimpa mobil. Kondisi cuaca di lokasi pada saat kejadian hujan. Tabrakan beruntun ini melibatkan 17 mobil dan mengakibatkan korban meninggal dunia 1 orang, luka berat 4 orang dan luka ringan 25 orang. Semua korban kecelakaan dievakuasi ke RSU Radjak Purwakarta.
Faktor penyebab terjadinya tabrakan beruntun adalah kondisi cuaca di lokasi pada saat kejadian hujan mengakibatkan adanya aliran air ke bahu dalam dan badan jalan. Koefisien gesekan ban kanan dan kiri akan berbeda, ban trailer memiliki koefisien gesekan yang lebih rendah daripada ban lainnya. Koefisien gesekan roda belakang tidak sama, truk trailer bisa menjadi tidak stabil jika direm pada permukaan yang tidak rata, seperti genangan air. Pengereman ini pada kombinasi traktor dan trailer yang menyebabkan trailer berputar terhadap traktor atau dan akibatnya melebar ke jalur lain. Hal ini yang akan berkontribusi terhadap kondisi truk dan trailer sudah tidak simetris (melipat) atau terjadi fenomena jackknifing, yaitu traktor terlipat ke kiri kondisi roda terseret dan trailer ke kanan meluncur maju.
Faktor yang berkontribusi terhadap kematian dan cedera berat adalah truk trailer sudah sulit untuk dikendalikan, perlu waktu dan lintasan panjang untuk mengembalikan posisi simetris traktor dan trailer atau mengkoreksi jackknifing. Kecepatan truk trailer ± 70 km/jam saat mendekati antrian kendaraan dan terjadi tabrakan beruntun.
Atas peristiwa tersebut, KNKT telah menerbitkan rekomendasi keselamatan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.