TERBAKARNYA ANJUNGAN TANTO CERIA (IMO 8910328) DI ALUR PELAYARAN BARAT SURABAYA, JAWA TIMUR
Pada tanggal 25 November 2019
sekitar pukul 10.42 WIB1 Tanto Ceria tiba dan berlabuh di lokasi
labuh (anchorage area) perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya, tepatnya di
sekitar Buoy 18-20. Kapal menunggu perintah sandar untuk melakukan pembongkaran
muatan di atas kapal. Sambil menunggu kepastian jadwal sandar, Nakhoda turun ke
darat. Pada saat itu, Mesin Bantu No. 1 beroperasi menyuplai listrik di kapal.
Pada tanggal 26 November 2019
sekitar pukul 05.00 WIB, Mualim II yang sedang bertugas jaga menuju anjungan
setelah menunaikan sholat subuh. Sambil berjalan menuju anjungan, Mualim Jaga
sempat mengamati keadaan di sekitar kapal dan didapati bahwa keadaan kapal pada
kondisi normal. Setelah sampai di anjungan, Mualim Jaga duduk di kursi sisi
kiri di dalam anjungan.
Sekitar pukul 07.15 WIB, Mualim
Jaga melihat asap hitam keluar dari celah antara pintu dan kusen kamar Pandu
yang ada di anjungan. Melihat kondisi itu, Mualim Jaga membuka pintu kamar
Pandu dan merasakan hangat pada pegangan pintunya (door handle). Seketika pintu
dibuka, asap tebal menyembur keluar dari kamar dan menyebar ke semua ruangan di
anjungan. Asap tebal juga terlihat mulai keluar dari saluran (ducting)
pendingin ruangan (AC) di anjungan. Mualim Jaga langsung membuka pintu anjungan
di kanan dan kiri anjungan untuk mengeluarkan asap tersebut. Mualim Jaga kemudian
segera mengaktifkan alarm umum (general alarm) di sisi belakang anjungan dan
menuju ke lantai akomodasi satu tingkat di bawahnya untuk mengambil alat
pemadam api ringan (APAR) jenis CO2.
Ketika Mualim Jaga kembali ke
anjungan, asap pekat telah memenuhi anjungan. Juru Mudi II yang datang ke
anjungan mencoba membantu proses pemadaman. Beberapa awak lainnya kemudian tiba
di anjungan untuk membantu pemadaman. Pada waktu itu, semua yang hadir di
anjungan belum mampu melihat sumber api.
Sekitar pukul 07.20 WIB, mereka
turun menuju hidran di buritan geladak utama. Mualim Jaga meminta awak mesin
untuk menyalakan pompa pemadam darurat (emergency fire pump). Selanjutnya
Mualim Jaga menghubungi Pandu melalui radio VHF di Channel 12 dan menelepon
Nakhoda melalui telepon selular. Nakhoda kemudian melaporkan kejadian ini
kepada DPA2 dan ditanggapi agar Nakhoda segera kembali ke kapal dan
membantu proses pemadaman.