Loading .. Please wait

INVESTIGASI KECELAKAAN LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN MOBIL BUS WISATA PT. SRI PADMA KENCANA T 7591 TB JATUH KE JURANG DI JALAN RAYA MALANGBONG, WADO, DESA SUKAJADI, KECAMATAN WADO, KABUPATEN SUMEDANG

Image

Pada hari Selasa Tanggal 9 Maret 2021 pukul 05.10 wib Mobil Bus Wisata T7591TB (selanjutnya disebut bus wisata) melakukan perjalanan dari Pamanukan Subang, membawa 59 orang penumpang rombongan wisata jiarah SMP IT Al-Muawanah dengan jumlah awak 2 orang serta 1 orang biro perjalanan. Bus wisata melewati Jalan Raya Cicalengka-Bandung dan tiba di Jalan Raya Leuwigoong Garut Pukul 11.10 wib. Pukul 13.27 wib bus wisata melanjutkan perjalanan melewati Jalan Raya Malangbong dan tiba di Karang Nunggal Tasikmalaya pukul 17.27 wib.

Hari Rabu Tanggal 10 Maret 2021 pukul 08.20 melewati Jalan Raya Cijulan Ciamis dan tiba di Jalan Pamugaran Ciamis pukul 10.08 wib. Bus wisata melanjutkan perjalanan pukul 10.11 wib melewati Jalan Raya Pengandaran Ciamis dan tiba di Gentong (jalan baru) Tasikmalaya pukul 16.30 wib. Bus wisata melanjutkan perjalanan pukul 17.10 wib melewati Jalan Raya Lewo Garut. Pukul 18.10 wib bus wisata melewati Jalan Raya Wado-Sumedang dan pukul 18.20 wib bus wisata jatuh ke jurang kedalaman ± 10 meter.

Warga sekitar melakukan penanganan pasca kecelakaan, dengan mengevakuasi korban luka-luka ke Puskesmas Wado dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Sumedang. Kejadian kecelakaan ini mengakibatkan korban meninggal 29 orang, luka berat 11 orang dan luka ringan 22 orang.

Berdasarkan hasil investigasi dan analisis dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kecelakaan tunggal jatuh ke jurang adalah bus wisata datang dari arah Malangbong melewati Jalan Raya Malangbong-Wado dengan medan pegunungan yang berkelok-kelok, tanjakan dan turunan panjang tanpa diawali penggunaan rem mesin (engine brake) dan exhaust brake untuk mengurangi kecepatan, pengemudi tidak mengetahui ada tikungan yang terdapat halangan yang membahayakan, berupa penghalang pandangan lereng dan pepohonan. Akibatnya mobil bus bergerak lurus mendekati jurang dan terguling tiga kali.

Fatalitas korban terjadi karena bus wisata tidak terpasang sabuk keselamatan pada semua tempat duduk terkecuali hanya di kursi pengemudi. Hal ini berkontribusi karena saat bus wisata jatuh ke jurang, banyak penumpang terbentur kompartemen kabin dan terlempar ke luar saat jendela pecah kemudian tertimpa bodi bus yang terguling.

Berdasarkan kesimpulan di atas dan agar tidak terjadi kecelakaan dengan penyebab yang sama di masa yang akan datang, maka direkomendasikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan PT. Sri Padma Kencana.


Share:

BERITA TERKAIT

Survey