Loading .. Please wait

INVESTIGASI KECELAKAAN LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN MOBIL BUS B 7314 NGA TERGULING DI JALAN RAYA PALEMBANG, JAMBI, KEC. BAYUNG LENCIR, KAB. MUSI BANYUASIN

Image

Hari Kamis tanggal 26 Mei 2021 pukul 16.00 wib Mobil Bus B 7314 NGA (selanjutnya disebut mobil bus) berangkat dari Terminal Kota Solok Sumatera Barat tujuan Jakarta. Jumlah awak 4 orang terdiri dari 3 orang pengemudi dan 1 orang pembantu pengemudi, jumlah penumpang sebanyak 33 orang tujuan Jabodetabek. Mobil bus dikemudikan oleh Pengemudi 2, pukul 20.30 wib tiba di RM. Bundo Kanduang Gunung Medan Dharmasraya dan beristirahat selama 1 jam. Mobil bus melanjutkan perjalanan pada pukul 21.30 wib, dikemudikan oleh Pengemudi 1. Tiba di RM. Simpang Raya Suka Jaya Bayung Lencir Musi Banyuasin Sumatera Selatan pukul 03.00 wib (tanggal 27 Mei 2021). Setelah beristirahat selama 1 jam, pukul 04.00 wib mobil bus melanjutkan perjalanan dikemudikan oleh Pengemudi 3. Saat mobil bus masuk badan Jalan Raya Palembang-Jambi, kondisi cuaca berkabut dan pandangan gelap. Sekitar pukul 04.30 wib saat melewati Tikungan Harmoko, mobil bus terguling satu kali ke bahu jalan. Bodi kiri mobil bus bergesekan dengan permukaan jalan dan berhenti posisi roda kanan di atas. Penumpang keluar mobil bus lewat pintu darurat dan kaca depan yang pecah. Penduduk datang untuk evakuasi pasca kecelakaan. Petugas kepolisian dan medis tiba di lokasi kecelakaan pukul 06.00 wib, evakuasi korban meninggal ke RSUD Bayung Lencir dan korban luka-luka ke RSU Erni Medika Jambi. Kejadian kecelakaan ini mengakibatkan korban meninggal 4 orang, luka berat 4 orang dan luka ringan 29 orang.

Berdasarkan hasil investigasi dan analisis dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kecelakaan tunggal mobil bus B 7314 NGA terguling di Tikungan Harmoko adalah karakteristik tikungan yang tajam dan ganda dengan kondisi kabut tebal serta terhalang oleh pepohonan dari arah Jambi membuat jarak pandang pendek. Pengemudi yang tidak punya pengalaman rute perjalanan dan kurangnya info cuaca, berisiko gagal menghadapi berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh kondisi jalan dan lingkungan. Seharusnya menunda melanjutkan perjalanan atau melakukan tindakan penyelamatan yaitu saat melewati Tikungan Harmoko mengurangi kecepatan memakai engine brake dan exhause brake.

Fatalitas korban terjadi karena ketersediaan sabuk keselamatan di semua kursi penumpang, tidak dipakai kebanyakan penumpang. Akibatnya saat mobil bus terguling, penumpang di kursi sebelah kanan menimpa penumpang di kursi sebelah kiri mendorong ke dinding samping yang berisiko cedera pada kepala dan rusuk.

Hasil dari investigasi ini KNKT menerbitkan rekomendasi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Sumatera Selatan, Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin dan PT. Pangalisang Rejeki Gemilang.


Share:

BERITA TERKAIT

Survey