Loading .. Please wait

INVESTIGASI KECELAKAAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN BERUPA KECELAKAAN BERUNTUN MOBIL BUS SAKHINDRA TRANS DENGAN SEJUMLAH KENDARAAN DI KOTA BATU, MALANG, JAWA TIMUR, RABU 8 JANUARI 2025

Image

Rabu, 8 Januari 2025 sekitar sekitar jam 18.30 WIB pengemudi-1 mulai menyalakan mesin mobil bus, melakukan pengecekan kampas rem dan stel ulang kampas rem, tidak ada bocor angin, indikator angin penuh 10 Bar. Sekitar jam 19.30 WIB mobil bus berangkat menuju Batu Night Spectacular (BNS) dikemudikan pengemudi-1. Dalam perjalanan di sebelah kanan jalan ada perbaikan taman dan di sebelah kiri ada perbaikan gorong-gorong, mobil bus gunakan gigi transmisi 1. Kemudian terus berjalan masuk ke gigi transmisi 2 dan masuk ke gigi transmisi 3.

Sekitar ± 10 menit kemudian di jalan bergelombang, pengemudi-1 kurangi kecepatan mobil bus. Ketika di pertigaan Imam Bonjol datang sebuah bus lain dari arah Jalan Agus Salim (arah berlawanan) yang haluannya terlalu ke kiri. Pengemudi-1 berusaha menghindar, tapi tetap terjadi benturan terkena spion kanan mobil bus.

Kemudian pengemudi-1 mengerem dan manuver ke kiri, tarik rem tangan dan berusaha memindahkan gigi persneling ke 2 tapi tidak bisa, ternyata ke netral. Mobil bus akhirnya membentur, naik trotoar dan mobil bus miring ke kiri. Mobil bus terus berjalan di jalan turunan, pengemudi-1 membunyikan klakson panjang, injak-injak pedal gas pada gigi netral supaya angin bertambah.

Menjelang simpang Lippo Mall mobil bus menabrak mobil, motor dan akhirnya berhasil masuk gigi transmisi 2, indikator angin bertambah menjadi 7 bar. Mobil bus dapat dikendalikan dan belok ke arah kanan, dan kembali menabrak mobil dan motor akhirnya terus melaju sejauh ± 2 km sampai akhirnya dapat berhenti setelah menabrak pohon di sebelah kiri.

Korban meninggal di lokasi 4 orang, 2 luka berat dan 8 luka ringan, seluruh korban luka dirawat di RS Hasta Brata dan RS Karsa Husada, Kota Batu. Pada saat kejadian cuaca tidak hujan. Lokasi kejadian sesuai dengan GPS berada di S7°52'45.94"; E112°32'2.63".

Faktor yang berkontribusi terhadap kejadian kecelakaan adalah :

  1. Kurang optimalnya kegiatan pemeliharaan (improper maintenance) yang dilakukan terhadap mobil bus terutama pada sistem pengereman seperti keausan pada kampas rem, jarak celah kampas rem terhadap tromol, keausan pada permukaan tromol.
  2. Adanya potensi bertemunya dua arus lalu lintas kendaraan besar yang menuju Jalan Imam Bonjol dari arah Jalan Sultan Agung dan Jalan Agus Salim dengan radius tikungan berkisar 7-8 meter harus mengambil haluan keluar dan menggunakan lajur luar. Kondisi ini akan berpotensi meningkatkan keparahan (severity) pada saat terjadi tabrakan.
  3. Alinyemen vertikal ruas jalan Imam Bonjol, jalan Pattimura dan jalan Ir Soekarno sepanjang 2,2 km memiliki maksimal kemiringan (slope) berkisar dari 20%-32% yang berpotensi meningkatkan energi kinetik pada mobil bus.
  4. Tindakan pengemudi untuk tetap menjalankan kendaraan dalam kondisi rem tidak berfungsi optimal dan kondisi gigi transmisi pada posisi netral dijalan menurun mengakibatkan laju kendaraan semakin meningkat sehingga energi kinetik pada saat terjadi tabrakan jauh lebih besar dan meningkatkan keparahan (severity).

Penyebab terjadinya kecelakaan dikarenakan terjadinya kegagalan sistem pengereman karena celah kampas rem (brake lining) dan tromol (drum brake) jauh melebihi ambang batas pabrikan serta ditambah terjadi kebocoran rumah brake chamber.

Atas kejadian kecelakaan ini, KNKT memberikan rekomendasi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub dan Dinas Perhubungan Kota Batu, Jawa Timur.


Share:

BERITA TERKAIT

Survey