TENGGELAMNYA KAPAL BARANG EL NO.2 DI PERAIRAN PULAU MENDULU, BELITUNG, BANGKA BELITUNG
Pada hari Kamis tanggal 9 Januari
2020, pukul 07.55, kapal motor El No.2 berangkat dari Pelabuhan Sunda Kelapa
dengan tujuan ke Pontianak. Cuaca di perairan Teluk Jakarta dalam keadaan hujan
dalam periode musim barat. Setelah lepas dari perairan Teluk Jakarta kapal
berlayar dengan haluan 015° dengan kecepatan rata-rata sekitar 5 knot.
Pada hari Jumat tanggal 10
Januari 2020, sekitar pukul 07.30, posisi EL No.2 berada di bagian utara Laut
Jawa sekitar 68 mil laut dari Pulau Seliu. KKM bersama dan Masinis dua
mendapati pipa air laut pendingin yang masuk ke stern tube mengalami kebocoran.
Nakhoda menghentikan mesin kapal untuk sementara sambil dilakukan pekerjaan
penggantian pipa. Sekitar pukul 22.00, pekerjaan penggantian pipa selesai.
Setelah dilakukan pengetesan dan pipa baru berfungsi baik kemudian kapal
melanjutkan pelayarannya.
Nakhoda mengarahkan kapal ke
Selat Mendanau untuk berlindung dari cuaca. Nakhoda bermaksud melabuhkan kapal
sementara waktu di sisi timur Pulau Sebongkok yang lokasinya terlindung. Mualim
satu yang ditugaskan untuk berlabuh jangkar ketika berjalan ke haluan melihat
geladak depan tergenang air dan haluan terlihat hampir sejajar dengan permukaan
laut. Nakhoda menyalakan lampu penerangan geladak dan melihat keadaan yang
terjadi.
Kondisi haluan EL No.2 semakin
condong ke depan karena penggenangan yang terjadi di ruang penyimpanan rantai
jangkar dan kemudian menyebar ke dalam tangki ceruk haluan dan tangki air balas
nomor 1. Nakhoda menginstruksikan untuk meninggalkan kapal karena air laut naik
semakin tinggi di geladak dan kapal semakin terbenam dengan perlahan-lahan.
Seluruh awak kapal yang berjumlah 14 personil turun ke dalam rakit penolong.
Awak kapal berhasil melakukan kontak radio dan meminta pertolongan dengan kapal
yang sedang melintas. Kapal Tetap Jaya berhasil mengevakuasi seluruh awak kapal
EL No.2 dan kemudian melanjutkan pelayarannya ke Tanjungpandan.
Penggenangan terjadi karena air
laut masuk ke dalam ruang penyimpanan rantai jangkar melalui lubang pipa
koneksi rantai jangkar yang terbuka. Air laut kemudian mengalir ke
tangki-tangki yang berada di sebelah depan dan bawah karena kemungkinan kondisi
pelat yang sudah tidak kedap. Tidak diterapkannya sistem manajemen keselamatan
menjadi faktor yang berkontribusi atas kecelakaan pelayaran EL No.2.