Loading .. Please wait

SENGGOLAN KAPAL MUSTIKA KENCANA 1 DENGAN GANGWAY DERMAGA NO. 2 DI PELABUHAN PENYEBERANGAN BAKAUHENI LAMPUNG

Image

Pada tanggal 1 November 2019 pukul 07.49 WIB, kapal motor penyeberangan Musthika Kencana I menyenggol gangway Dermaga No. 2 Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni saat kapal dalam proses sandar ke dermaga. Pada saat kejadian, angin yang berhembus di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni dalam kondisi yang cukup kuat sehingga menimbulkan kesulitan olah gerak kapal. Akibat kejadian ini terdapat kerusakan di bagian gangway dan pagar kapal.

Investigasi KNKT menemukan bahwa insiden senggolan kapal Musthika Kencana I dengan gangway Dermaga No. 2 Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni merupakan akibat dari kurang tepatnya antisipasi perubahan haluan kapal untuk berolah gerak di kondisi perairan terbatas pada kondisi cuaca perairan yang buruk. Kapal mengalami kesulitan untuk sandar buritan dikarenakan kondisi cuaca yang ada tidak dapat diimbangi dengan daya olah gerak kapal. Sudut kapal masuk dengan dermaga yang besar sementara kapal tidak dapat dikendalikan menyebabkan haluan kapal menyenggol gangway yang ada di Dermaga No.2. Kejadian senggolan kapal yang diikuti dengan gagal sandar dapat menyebabkan gangguan operasional pelabuhan.

Adapun faktor yang berkontribusi dalam kejadian ini adalah pengawasan terhadap operasi sandar kapal di Dermaga No. 2 kurang berjalan dengan baik dibandingkan dengan faktor risiko kegiatan sandar di Dermaga No. 2. Selain itu, tidak ada bantuan dari luar ketika kapal mengalami kesulitan sandar buritan. Kapal tunda yang ada di pelabuhan tidak dalam posisi siap operasi maupun tidak diinstruksikan untuk membantu proses sandar kapal yang terkendala. Faktor kontribusi lainnya adalah informasi perubahan cuaca termasuk besaran kuantitasnya tidak tersampaikan.

KNKT memberikan rekomendasi kepada regulator untuk menyusun perangkat peraturan yang lebih terperinci terkait posisi STC dalam hal pengaturan lalu lintas penyeberangan, mengkaji ulang prosedur pengujian sandar kapal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang berbeda-beda dengan kemampuan propulsi kapal, dan menyusun prosedur penggunaan kapal tunda terutama pada saat kondisi cuaca tidak mendukung untuk penyandaran kapal sesuai batasan waktu. KNKT juga memberikan rekomendasi kepada operator kapal untuk mengkaji ulang prosedur perubahan operasi sandar dengan menitikberatkan familiarisasi dan kajian risiko sandar.

Share:

BERITA TERKAIT

Survey