Loading .. Please wait

REL PATAH DI KM 49 3 4 PETAK JALAN ST. CILEBUT, ST. BOGOR, DAOP 1 JAKARTA

Image

Pada hari Rabu tanggal 07 Maret 2018, sekitar pukul 05.14 WIB dilaporkan adanya rel patah di km 49+3/4 petak jalan antara St. Cilebut – St. Bogor (jalur hulu) sehingga jalur tersebut tidak dapat dilalui sehingga perjalanan KRL harus berjalan bergantian menggunakan satu jalur. Sebagian perjalanan KRL tujuan Bogor diatur hanya sampai St. Bojonggede dan St. Cilebut untuk selanjutnya kembali lagi menuju St. Jakarta Kota, St. Angke dan St. Jatinegara.

Pada pukul 07.39 WIB, perbaikan sementara telah selesai dilakukan dan perjalanan KRL lintas St. Cilebut – St.Bogor kembali normal. Kejadian rel patah ini mengakibatkan gangguan operasional KRL sebanyak (delapan) perjalanan KRL dan jalur hulu tidak dapat dilalui selama 2 jam 25 menit.

Dari temuan investigasi kejadian ini diketahui bahwa inisiasi patahnya rel berawal dari adanya takikan pada permukaan rail end di daerah sambungan. Disamping itu ditemukan pula adanya indikasi mud pumping di lokasi patahnya rel, adanya cacat pada permukaan kepala rel (rail batter) yang patah gompal, bekas benturan pelat sambung dengan rel pada daerah kontak fishing surface, deformasi plastis akibat benturan batang baut pada lubang rail web.

KNKT menyimpulkan bahwa kondisi permukaan pada rail end tidak rata serta banyak sudut tajam/ takikan hasil pengerjaan dengan pemotong pijar, kualitas sambungan yang buruk yaitu clamping force yang rendah dan tumpuan struktur rel yang tidak baik yaitu adanya indikasi mud pumping menjadi faktor yang berkontribusi pada kejadian patahnya rel ini. Berdasarkan kesimpulan tersebut, KNKT menyusun rekomendasi keselamatan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari, yang ditujukan ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebagai regulator dan PT. KAI (Persero) sebagai operator.


Share:

BERITA TERKAIT

Survey