PATAHNYA PANTOGRAPH KA 2030 KRL DI KM 27 6 PETAK JALAN ST. SUDIMARA, ST. SERPONG, DAOP 1 JAKARTA
Pada hari Sabtu tanggal 3 Maret
2018 pukul 19.35 WIB di Km 27+6 petak jalan antara St Sudimara – St Serpong,
terjadi gangguan perjalanan rangkaian KA 2030 (commuterline). Masinis KA 2030
melaporkan bahwa kawat LAA putus pada jalur hulu dan mengakibatkan panthograf
patah pada kereta ke-2 (K 205 335), kereta ke-4 (K 205 336) serta kereta ke-6
(K 205 162), selain kerusakan AC pada kereta ke-7 (K 204 162).
Kejadian gangguan perjalanan KA
2030 diawali pada kejadian trip-nya GT Jurangmangu akibat sambaran petir yang
menyambar tower provider telepon seluler yang berada di halaman gardu traksi.
Pada saat bersamaan, sistem proteksi yang ada di dalam gardu traksi, tepatnya
di HSCB MC 21 mendeteksi arus mencapai ± 15.000 Ampere dan tegangan mencapai ±
2000V. Dampak kejadian tersebut, GT Jurangmangu tidak bisa di-ON-kan kembali
sehingga supply tegangan 1500VDC antara St Sudimara – St Serpong hanya dari GT
Pondokbetung dan GT Ciater.
Investigasi terhadap kejadian KA
2030 yang dilakukan KNKT menemukan messenger wire yang putus pada sambungan
dengan menggunakan temporary clamping dan terlihat bahwa ujung messenger wire
mengalami kegagalan untuk menahan normal tension (tegangan tarik) dalam
mensupport contact wire di bawahnya. Nilai resistensi di daerah sambungan naik
dan mengakibatkan kenaikan temperatur yang terlihat pada wire yang meleleh. Hal
ini diperparah pula dengan besarnya arus yang melewati messenger wire akibat
beban trafik setelah tripnya GT Jurangmangu.
Selain itu, KNKT juga menyimpulkan
temuan yang berkontribusi dalam kejadian patahnya pantograph KA 2030 KRL yakni
mengenai tidak adanya prosedur penyambungan dengan memperhatikan materal bahan
messenger wire serta batasan waktunya dan tidak adanya pelaporan adanya
penyambungan messenger wire di lintas pada buku hasil perawatan berkala di
Resort LAA.
Untuk mencegah terulang kembalinya kecelakaan yang sama di kemudian hari, KNKT menyusun rekomendasi keselamatan yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk melakukan sertifikasi terhadap seluruh tenaga perawatan prasarana dan tenaga pemeriksa prasarana dan mengkoneksikan SCADA ke gardu lintas Tanahabang – Rangkasbitung.
KNKT
juga mrekomendasikan kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terkait prosedur
perbaikan jaringan LAA apabila terjadi gangguan, membuat prosedur penyambungan
untuk messenger wire (dengan menggunakan compression sleeve untuk mencegah
resistensi berlebih pada sambungan; atau menggunakan temporary clamp dengan
memperhatikan batasan waktu penyambungan dan material bahan messenger wire).
Selain itu direkomendasikan pula untuk mencatat dengan detail temuan hasil
pemeriksaan jaringan catenary (terutama sambungan) pada buku perawatan LAA
serta evaluasi tindak lanjutnya.