Kecelakaan Tabrakan Beruntun Truk Tronton KT 8534 AJ di Simpang Rapak, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur
Hari Jum’at tanggal 21
Januari 2022 sekitar pukul 05.30 WIB,
Mobil barang bak terbuka KT8534 AJ
(selanjutnya disebut truk), berangkat
dari pool kendaraanya Jl. Pulau Balang KM 13Kel. Karang Joang, Kec
Balikpapan Utara dengan tujuan menuju Kampung Baru BalikpapanBarat, membawa
peti kemas 20 feet yang berisi 20 ton kapur pembersih air. Perjalanan truk melewati jalan dengan
geometrik menurun dan pengemudi menggunakan gigipersnelling antara 4 dan 5
serta beberapa kali melakukan pengereman dengan cara menginjakrem utama
(service brake). Pukul 06.15 WITA, saat akan memasuki Kota Balikpapan diSimpang
Muara Rapak, 200 meter mendekati persimpangan pengemudi mencoba melakukanpengereman
namun pedal rem terasa keras (mbanggel) sehingga mekanisme pengereman tidakdapat
bekerja, selanjutnya pengemudi bermaksud memindahkan persneling ke gigi rendahnamun
kembali gagal karena pedal kopling juga terasa keras dan karena terus dipaksa
akhirnyamasuk ke gigi netral. Truk meluncur semakin cepat dan tidak dapat
dikendalikan dan menabrak4 unit mobil dan 14 unit sepeda motor pada antrian
kendaraan yang terdapat di Simpang MuaraRapak. Truk berhenti setelah menabrak
kerb yang berjarak ± 100 meter dari tabrakan beruntun.Berdasarkan penjelasan
pengemudi, saat mendekati simpang tekanan angin rem berada padaangka 5 bar.
Kecelakaan ini mengakibatkan korban meninggal sebanyak empat orang, luka berat satu
orang dan luka ringan 29 orang.
Berdasarkan hasil investigasi dan
analisis dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinyakecelakaan tabrakan
beruntun adalah disebabkan oleh tekanan angin pada tabung angin (airtank)tidak
cukup untuk dapat membantu proses mekanisme mendorong pedal rem dan pedal
koplingsehingga pengemudi tidak dapat melakukan pengereman. Tindakan pengemudi
yangmenggunakan gigi tinggi selama melalui jalan menurun, dan melakukan
pengereman berulangkali menjadi pemicu terjadinya penurunan tekanan angin pada
tabung angin. Selain itu jugaditemukan adanya celah antara kampas dan tromol
melebihi ambang batasnya serta penggunaaninstalasi klakson telolet yang
mengambil sumber daya dari tabung angin yang sama yangdigunakan untuk melakukan
pengereman, kedua temuan tersebut juga turut berkontribusi dalammempercepat
terjadinya penurunan tekanan angin pada tabung angin. Hal ini sesuai denganpenjelasan
pengemudi, bahwa sepanjang perjalanan beberapa melakukan percobaan pengeremanketika
melewati ruas jalan yang menurun. Sedangkan fatalitas korban terjadi karena
tidaktersedianya jalur penyelamat dan penggunaan perisai besi pada bagian depan
truk yangmeningkatkan daya rusak pada saat terjadi tubrukan dengan kendaraan
lainnya.
KNKT menerbitkan rekomendasi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XVII Provinsi Kaltim Kaltara, Balai Besar Jalan NasionalWilayah XII (Kaltim dan Kaltara) dan Pemerintah Kota Balikpapan.