INVESTIGASI KECELAKAAN LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN TABRAKAN BERUNTUN MOBIL TRUK TRONTON DENGAN BEBERAPA KENDARAAN LAIN DI KAWASAN AIR TERJUN LEMBAH ANAI, KECAMATAN SEPULUH KOTO, KAB. TANAH DATAR, SUMATERA BARAT
Hari Senin tanggal 28 Desember
2020 pukul 16.00 WIB mobil barang bak terbuka BK 9991 XA (selanjutnya disebut
truk tronton) berangkat dari Kota Medan menuju ke Kota Padang. Truk tronton
berawak 2 (dua) orang dan membawa muatan kardus sebanyak ± 12 ton. Selasa
tanggal 29 Desember 2021, tiba di Lubuk Sikaping, Pasaman. Rabu tanggal 30
Desember pukul 08.00 wib tiba di Terminal Bus Kota Padang Panjang untuk
istirahat dan membuang air kondensat di tangki persediaan udara. Sekitar pukul
08.30 wib truk tronton meneruskan perjalanan melalui Jalan Lintas Barat
Sumatera ke arah Padang. Sekitar pukul 09.00 WIB truk tronton melewati Jalan
Nasional Bukittinggi-Padang, pengemudi menggunakan persneling gigi ketiga di
jalan menurun panjang 400 meter sebelum Jorong Air Mancur Nagari Singgalang.
Kondisi lalulintas ramai, pengemudi memakai rem utama berkali- kali untuk
memperlambat truk tronton dan bila RPM diangka 2500 karena suara mesin berisik.
Setelah 300 meter berikutnya, pengemudi berteriak “rem blong”, truk tronton
menabrak 8 unit mobil pribadi, 1 unit mobil bus dan 1 unit sepeda motor serta 1
orang pejalan kaki. Kondisi cuaca saat kejadian tidak hujan. Kecelakaan
tabrakan beruntun ini mengakibatkan korban luka berat 1 orang dan 12 orang luka
ringan.
Berdasarkan hasil investigasi dan
analisis dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kecelakaan tabrakan
beruntun adalah gagalnya perlambatan di jalan turunan panjang dan curam karena
pengemudi tidak dapat melihat potensi bahaya yaitu melakukan pengereman
menggunakan rem utama berkali-kali, tanpa diawali teknik engine braking dan
exhaust brake serta kecepatan perputaran mesin di 2500 RPM dianggap over speed.
Akibatnya persediaan udara di tangki menipis dan fluida yang mendorong master
cylinder tidak optimal.
Cedera berat korban terjadi
karena pada saat liburan, Air Terjun Lembah Anai dikunjungi oleh banyak
pengunjung dan kondisi lalulintas ramai. Tingkat fatalitas di kawasan dengan
aktivitas sisi jalan yang tinggi (urban area) lebih tinggi dari pada di kawasan
dengan aktivitas sisi jalan yang rendah (rural area).
Hasil dari investigasi ini KNKT menerbitkan rekomendasi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, BPTD Wilayah III Propinsi Sumatera Barat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional II Padang Sumatera Barat Ditjen Bina Marga KemenPUPR, Dinas Perhubungan Kota Medan, dan CV. Citra Sukses Abadi.