INVESTIGASI KECELAKAAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN MOBIL BARANG TRUK DI KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK, PAPUA BARAT, 13 APRIL 2022
Pada hari Selasa, 12 April 2022 pukul 20.00 WIT mobil barang bak terbuka
nomor kendaraan PB 8374 MC (selanjutnya disebut dump truck) melaju dari
Menyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak menuju Kabupaten Manokwari. Dump truck
mengangkut sebanyak 34 orang termasuk pengemudi. Truk juga mengangkut
barang-barang berupa 103 batang kayu, rangkaian pelat besi cor ukuran 16
milimeter, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru, dan satu unit
chainsaw atau gergaji mesin. Setelah melakukan perjalanan selama 1,5 jam
tekanan angin pada ban sebelah kanan belakang dump truck berkurang banyak
(kempis). Kondisi jalan yang menurun tajam membuat pengemudi dump truck tidak
dapat untuk mengganti ban sehingga dump truck kembali ke Menyambouw guna
mengganti ban.
Pada hari Rabu, 13 April 2022 pukul 00.30 WIB, dump truck berangkat
kembali menuju Kabupaten Manokwari. Saat dump truck tiba di jalan turunan
kilometer 10 melewati Kampung Duadbey, pengemudi dump truck mencoba untuk
melakukan pengereman namun gagal. Dump truck melaju dengan cepat dan pengemudi
kehilangan kendali. Selanjutnya kendaraan menabrak sisi kiri tebing gunung. Hal
ini mengakibatkan penumpang yang berada di bak belakang dump truck terpental
keluar.
Kecelakaan ini mengakibatkan 13 orang penumpang meninggal dunia di
tempat termasuk pengemudi dan 5 (lima) orang meninggal di Rumah Sakit.
Berdasarkan hasil investigasi dan analisis dapat disimpulkan bahwa
penyebab terjadinya kecelakaan adalah Berdasarkan hasil investigasi dan
analisis dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kecelakaan adalah sistem
pengereman dump truck gagal untuk mempertahankan kecepatan konstan saat
berjalan menuruni bukit dikarenakan kecepatan awal turunan tidak menggunakan
prosedur engine braking dan exhaust brake. Namun pengemudi melakukan pengereman
panjang dengan menggunakan service brake yang menyebabkan kampas mengalami
overheat dan berakhir pada fenomena brakefading.
Penyebab terjadinya peningkatan fatalitas korban adalah peruntukkan dump truck yang seharusnya digunakan untuk mengangkut barang namun digunakan untuk mengangkut orang mengakibatkan tidak ada survival space bagi penumpang sehingga saat terjadi kecelakaan, para penumpang terlempar keluar dari bak.
Hasil dari investigasi ini KNKT menerbitkan rekomendasi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Papua Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XXV Provinsi Papua dan Papua Barat serta Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat.