Loading .. Please wait

TENGELAMNYA WICLY JAYA SAKTI DI PERAIRAN PULAU BERHALA, KEPULAUAN RIAU

Image

Pada tanggal 1 Mei 2021, kapal barang WJS tiba di perairan Talang Dukuh, Jambi dan sandar di Pelabuhan Pasir hingga tanggal 17 Mei 2021 untuk menunggu muatan.

Tanggal 18 Mei 2021 pukul 10.00 WIB1 , WJS memulai kegiatan pemuatan barang muatan umum (general cargo) berupa berbagai jenis bahan sembako yang akan dibawa ke Pelabuhan Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Muatan yang berat seperti beras, gula, dan minyak sayur diletakkan di ruang muatan (palka) sedangkan muatan yang ringan seperti aneka kue dalam kemasan plastik dan beberapa botol oksigen diletakkan di atas geladak utama serta sebagian lagi diletakan di sekitar buritan kapal.

Tanggal 20 Mei 2021, pukul 12.00 WIB, kegiatan pemuatan selesai dengan total muatan yang diangkut sebanyak 60 Ton, sesuai dengan daftar manifest muatan yang dibuat.

Pukul 14.00 WIB, keagenan kapal mengajukan surat permohonan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Talang Dukuh. WJS direncanakan akan berangkat pada pukul 17.00 WIB, sesuai surat permohonan keberangkatan kapal dengan tujuan Pelabuhan Dabo Singkep.

Pukul 18.00 WIB, Nakhoda menerima informasi bahwa SPB telah terbit dan Nakhoda merencanakan kapal akan diberangkatkan pada pukul 21.00 WIB. Untuk informasi cuaca saat kapal akan berlayar, Nakhoda melihat secara visual kondisi perairan di pelabuhan dan menanyakan informasi cuaca kepada kapal yangtelah berlayar sehari sebelumnya di rute pelayaran yang sama.

Pukul 21.00 WIB, WJS bertolak dari Pelabuhan Pasir Talang Dukuh. WJS diawaki sebanyak empat orang awak kapal dan satu orang pengikut yang merupakan pengurus perwakilan perusahaan. Kapal berlayar dengan kecepatan rata-rata 6 knot dan pada saat bertolak sarat kapal depan 1,30 meter dan sarat belakang 1,50 meter.

Pada Tanggal 21 Mei 2021 sekitar pukul 06.00 WIB, WJS tiba di perairan Nipah Panjang dan bersandar di Pelabuhan Parit 8 Nipah Panjang, Jambi sambil menunggu air pasang. Pada saat bersandar di Pelabuhan Parit 8, terjadi penambahan awak kapal untuk jabatan Kepala Kamar Mesin (KKM) baru dan rencananya KKM yang lama akan turun di pelabuhan berikutnya. Saat kapal sandar terdapat lima orang yang naik ke kapal dengan tujuan Dabo Singkep.

Pukul 19.00 WIB, WJS melanjutkan pelayarannya menuju Pelabuhan Dabo Singkep. Saat berlayar kapal tidak langsung ke pelabuhan tujuan, tetapi singgah lagi di Pelabuhan Sungai Lokan, Jambi untuk memuat barang dan orang.

Pukul 23.00 WIB, WJS tiba di Pelabuhan Sungai Lokan dan KKM lama turun di pelabuhan ini. Kapal bersandar kurang lebih 15 menit. Saat bersandar di pelabuhan ini, beberapa orang naik ke atas kapal untuk ikut berlayar menuju Dabo Singkep.

Pada pukul 23.15 WIB, WJS melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Dabo Singkep. Sebelum berlayar Nakhoda memperhatikan kondisi cuaca perairan di pelabuhan ini dan melihat bahwa kondisi laut di perairan sekitar pelabuhan tenang saat meninggalkan Pelabuhan Sungai Lokan.

Tanggal 22 Mei 2021 sekitar pukul 02.00 WIB, angin bertiup kencang dari selatan dan laut berombak. Nakhoda memegang kemudi untuk mengendalikan kapal, tetapi Nakhoda sulit menentukan posisi kapal karena GPS tidak berfungsi (error) dan kompas tidak ada di atas kapal.

Pada pukul 05.30 WIB, kondisi cuaca semakin memburuk. Hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi menerpa WJS. Berdasarkan perkiraan Nakhoda, haluan kapal pada saat itu mengarah ke Timur Laut dan gelombang menerpa haluan kapal terus menerus, serta angin kencang. Melihat kondisi ini Nakhoda memutuskan mencari tempat aman untuk berlindung dan menuju Pulau Berhala, Kepulauan Riau yangtelah dilalui sebelumnya.

Gelombang air laut yang tinggi naik hingga ke geladak utama dan tergenang di sebelah kiri kapal, sehingga WJS miring. Nakhoda memerintahkan membuang muatan yang ada di geladak utama. Pada saat itu, sebagian air laut mulai masuk ke palka dan kamar mesin.

Karena kondisi semakin memburuk, pengurus kapal dan Nakhoda memerintahkan awak kapal untuk membagikan jaket dan pelampung penolong kepada pelayar. Akan tetapi jumlah jaket penolong hanya tersedia 8 buah sehingga tidak semua pelayar mendapatkan jaket penolong. Saat kapal semakin miring dan akan tenggelam, para pelayar melompat ke laut. Saat tenggelam haluan kapal masuk terlebih dahuluke dalam laut.

Pukul 06.00 WIB, WJS tenggelam di sekitar perairan Pulau Berhala, Kepulauan Riau atau pada koordinat sekitar 01⁰49’0,75” LS dan 104⁰30’0,53” BT.


Share:

BERITA TERKAIT

Survey