Berita KNKT

TEKAN ANGKA KECELAKAAN TRUK TRAILER, KNKT BERIKAN REKOMENDASI

Admin Portal - Rabu, 08 Desember 2021
Jumlah Dilihat: 312 kali

JAKARTA – Maraknya kejadian kecelakaan trailer akhir-akhir ini dimana berdasarkan catatan media sedikitnya terjadi 11 (sebelas) kecelakaan dalam bulan Oktober 2021, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan investigasi secara langsung 2 (dua) kejadian yaitu kecelakaan truk trailer di jalan Tol Dalam Kota Semarang dan kecelakaan truk trailer di Tol Cipularang serta table top investigation untuk kecelakaan truk trailer di Kulonprogo.

Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa kasus kecelakaan yang dialami mobil truk trailer di Tol Dalam Kota Semarang terjadi karena penggunaan gigi persnelling yang tidak tepat pada jalan menanjak sehingga mengakibatkan mesin tractor head mati, serta adanya kebocoran pada system connector, brake chamber dan relay valve trailer sehingga sistem remnya tidak mampu menahan tractor head beserta trailernya yang melorot dan menimpa kendaraan di belakangnya.

Sementara pada kasus kecelakaan truk trailer di jalan Tol Cipularang disebabkan karena pengemudi truk trailer mengalami penurunan kewaspadaan sehingga kaget dan melakukan tindakan berlebihan saat disalip kendaraan lain dari sebelah kiri (bahu jalan) dengan membanting setir ke kanan sehingga trailer bergerak ke kiri, dan hasil investigasi KNKT di lapangan menemukan kondisi twist lock (pengunci) trailer tidak dalam kondisi proper dan hal ini bisa menyebabkan kontainer terlepas dari dudukannya.

Sedangkan kasus kecelakaan yang terjadi pada jam 3 dini hari mobil truk trailer di Kulonprogo yang ditabrak bus Sugeng Rahayu dari belakang berlokasi di jalan Nasional berdasarkan fakta di lapangan tidak terdapat penerangan jalan. Hasil identifikasi KNKT terhadap kondisi teknis trailer menemukan system connector kelistrikan dari tractor head ke trailer tidak terpasang dan ini yang menyebabkan sistem penerangan pada trailer tidak berfungsi. Dari skidmark dan posisi tumbukan menunjukkan bahwa pengemudi bus melihat truk pada jarak yang terlalu pendek sehingga tidak memiliki waktu cukup untuk menghindar.

Guna mencegah kecelakaan yang serupa terjadi pada kendaraan trailer lainnya, KNKT merekomendasikan beberapa tindakan mitigasi untuk menurunkan resiko kecelakaan serta menurunkan fatalitas jika kecelakaan tidak dapat dihindari yakni sebagai berikut,

untuk sarana (trailer) agar melengkapi perangkat passive safety pada trailer dengan mewajibkan setiap trailer menggunakan double brake chamber minimal pada satu axle, meningkatkan pengawasan melalui mekanisme pemeriksaan persyaratan teknis (pra uji dan uji kolong), melakukan pembinaan dan pengawasan yang intensif terhadap operasional karoseri pembuat trailer dimana KNKT mengidentifikasi banyak trailer yang sudah tidak layak secara teknis sejak lahirnya, dan melakukan pembinaan terhadap pengusaha transporter trailer terkait standar keselamatan kendaraan trailer.

Rekomendasi untuk awak kendaraan (pengemudi trailer) agar dilakukan pembinaan yang intensif terhadap pengemudi trailer, karena sistem operasi trailer sangat berbeda dengan kendaraan tunggal (tronton maupun dumptruck), baik terkait coupling dan uncoupling, penggunaan sistem penggerak, pre-inspection sebelum berangkat serta tindakan yang harus diambil saat menghadapi keadaan dalam kondisi darurat, memperbaiki kurikulum pada pelatihan dan sertifikasi kompetensi pengemudi trailer dengan memperhatikan beberapa eviden pada kejadian kecelakaan trailer.

Selain itu, agar dilakukan pembinaan kepada pengusaha angkutan serta pengemudi terkait tata cara pemuatan trailer, baik yang menggunakan peti kemas maupun angkutan alat berat lainnya untuk mengurangi resiko muatan terlepas dari trailer. Serta yang terakhir, pada lintasan trailer agar dilakukan pengawasan operasional trailer dimana saat ini trailer 40 feet yang memiliki panjang lebih dari 12 (dua belas) meter banyak beroperasi di jalan kelas II, dimana radius tikungnya hanya dipersiapkan untuk kendaraan dengan panjang maksimal 12 (dua belas) meter sehingga saat melalui tikungan harus mengambil jalur lalu lintas lawan dan seringkali menimbulkan kemacetan atau bahkan kecelakaan saat trailer tersebut melintir dan melorot ke bawah.

Diharapkan rekomendasi yang KNKT berikan ini dapat segera direalisasikan guna menghindari terjadinya kasus kecelakaan dengan penyebab yang sama kembali terulang di kemudian hari.

GPR KOMINFO