Berita KNKT

PERALATAN KESELAMATAN KAPAL PERIKANAN BELUM OPTIMAL

Admin Portal - Senin, 24 Januari 2022
Jumlah Dilihat: 581 kali

JAKARTA – Terhitung sebanyak 483 insiden kecelakaan kapal jenis perikanan dengan korban meninggal dunia sejumlah 443 jiwa dalam kurun waktu 2018-2021 dan pada kurun waktu tersebut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melaksanakan investigasi terhadap kecelakaan dimaksud. Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT menekankan bahwa hal ini harus segera dibenahi mengingat banyaknya jumlah kecelakaan dan korban jiwa. KNKT menilai terhadap pelayaran kapal-kapal ikan dari tahun ketahun kecelakaannya tidak berkurang, bahkan bertambah banyak.

Guna menekan fatalitas dan menindaklanjuti hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Pati 17 November 2021 lalu, maka pada 15 Desember 2021 KNKT mengadakan pertemuan bersama beberapa instansi terkait membahas keselamatan kapal perikanan dan mencari solusi atas permasalahan yang dialami oleh para nelayan.

Pembahasan lanjutan kembali dilaksanakan pada 13 Januari 2021 di Gedung Kantor KNKT bersama Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam Maritime Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

KNKT mempertanyakan, bagaimana bisa kapal perikanan yang mempunyai ukuran Gross Tonnage (GT) kecil mampu dan dapat berlayar pada kondisi cuaca yang buruk, seharusnya kapal perikanan berlayar sesuai spesifikasi kapal yang telah ditentukan. Lokasi pelayarannya berdasarkan dimana banyak ikan dan nelayan kapal ikan akan mengarahkan kapalnya kesana.

Turut mempertanyakan tindakan yang akan dilakukan oleh kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk peningkatan keselamatan kapal perikanan, sehingga dapat menekan angka kecelakaan kapal perikanan. KNKT telah memberikan rekomendasi keselamatan kepada KKP dari tahun 2014, namun rekomendasi KNKT tersebut hingga saat ini belum dapat ditindaklanjuti atau masih berstatus open.

Perlu juga diatur, bagaimana spesifikasi kapal agar menyesuaikan dengan jumlah awak kapal yang berada di atas kapal. Kapal kecil namun awak kapal ada yang sampai 30 orang. Walaupun pengawakan kapal-kapal perikanan memiliki teknologi yang tidak sulit (padat karya) namun tetap diperhatikan kapal harus layak dari sisi kemanusiaan. Kualifikasi awak kapal juga harus diperhatikan dan ditingkatkan.

Hasil temuan KNKT di lapangan menunjukkan bahwa peralatan di atas kapal seperti Vessel Monitoring System (VMS) belum optimal dilaksanakan dan standarisasi terkait radio (peralatan navigasi) di atas kapal belum ada.

Sebelum berlayar agar memastikan memperoleh informasi cuaca dari BMKG. Apakah kapal perikanan tersebut sanggup berlayar di kondisi cuaca tersebut. KNKT meminta agar KKP dapat menidentifikasi masalah-masalah yang ada dikapal-kapal perikanan agar dapat menentukan mitigasinya, sehingga semakin berkurang kecelakaan kapal perikanan.

GPR KOMINFO