Berita KNKT

MASYARAKAT TIDAK MENGETAHUI METODE PENGGUNAAN ENGINE BRAKE PADA MOTOR MATIC

Admin Portal - Senin, 13 Juni 2022
Jumlah Dilihat: 100 kali

JAKARTA – Kecelakaan sepeda motor matic (bertranmisi otomatis) di jalan menurun kembali terjadi. Kasus terbaru terjadi di Turunan Candi Sukuh, Kabupaten Karanganyar pada 4 Juni 2022. Akibat kecelakaan ini 2 pengendara motor matic meninggal dunia. Berdasarkan informasi media ditemukan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan rem motor mengalami blong sehingga tidak dapat dikendalikan saat menuruni jalan turunan. Kecelakaan yang hampir serupa juga terjadi di Turunan Cangar, Mojokerto pada 1 Februari 2022 yang mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal dunia.

Awal tahun 2020, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan kunjungan lokasi jalan turunan panjang pada ruas jalan Bandungsari – Salem (Gunung Lio) Kabupaten Brebes. Pada ruas jalan ini, selama kurang lebih satu tahun telah terjadi kecelakaan sepeda motor yang mengakibatkan sebanyak 13 orang meninggal dunia dan 95% di antaranya menggunakan motor matic.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada tahun 2021 tercatat sekitar 5 juta unit sepeda motor terjual dan 87,58% di antaranya merupakan motor matic. Pada penelusuran melalui mesin pencari google, didapatkan bahwa sebenarnya beberapa pengelola tempat wisata pegunungan dan pemerintah daerah telah memberikan himbauan terkait larangan penggunaan sepeda motor matic. Himbauan dimuat ke dalam bentuk spanduk/banner yang dipasang sepanjang jalur tanjakan menuju tempat wisata, namun kenyataannya himbauan tersebut mendapat banyak pertentangan dari masyarakat.

Hasil investigasi KNKT menunjukkan bahwa salah satu faktor utama kasus penyebab kecelakaan motor matic di jalan turunan adalah penggunaan rem yang terus menerus secara berlebihan. Penggunaan rem yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya fenomena vapor lock atau adanya uap air pada sistem pengereman, sehingga dapat mengalami kegagalan fungsi atau yang biasa dikenal dengan istilah rem blong.

Kendaraan yang melaju di jalanan menurun pada umumnya selain menggunakan rem juga akan memanfaatkan engine brake untuk mengurangi kecepatan kendaraan dengan menggunakan hambatan putaran mesin.

Dalam pemaparan yang dilakukan oleh PT. Astra Honda Motor (AHM) pada diklat keselamatan berkendara kepada KNKT dan komunitas pengendara motor matic, diperoleh informasi yaitu fitur engine brake pada motor matic akan berfungsi pada kecepatan ± 11 kilometer dengan menahan putaran gas rendah agar kopling tersambung sehingga kecepatan roda belakang yang lebih tinggi bisa ditahan oleh putaran mesin yang rendah.

Permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat saat ini adalah penggunaan metode engine brake yang tidak diketahui oleh pembeli dan pengguna motor matic. KNKT menghimbau agar produsen motor matic hendaknya dapat memberikan sosialisasi dan pendidikan kepada pengguna dengan memberikan buku panduan berkendara yang berkeselamatan dan salah satu isi materinya memuat tentang tata cara berkendara di jalanan menurun. Buku panduan tersebut diberikan bersama dengan buku manual pemeliharaan yang diperoleh pembeli ketika membeli motor baru.

Selain itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian perhubungan diharapkan dapat memberikan informasi dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar tidak terlalu memaksakan kendaraannya, menggunakan kendaraan sesuai dengan fungsi dan kemampuan yang dimiliki pada setiap masing-masing kendaraan.

GPR KOMINFO