Perkeretaapian

Latar Belakang - Perkeretaapian

- Selasa, 16 Oktober 2018
Jumlah Dilihat: 780 kali

KNKT adalah lembaga non struktural di lingkungan Kementerian Perhubungan untuk melakukan investigasi dan penelitian kecelakaan transportasi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Tugas investigasi dan penelitian yang dilakukan oleh KNKT merupakan salah satu rangkaian upaya Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan keselamatan transportasi.

KNKT melaksanakan investigasi kecelakaan transportasi dengan berdasarkan azas No Blame, No Judicial dan No Liability Investigation.

Tujuan dari investigasi yang dilaksanakan oleh KNKT adalah untuk mengetahui APA, BAGAIMANA dan MENGAPA kecelakaan itu terjadi dengan dasar indentifikasi kelemahan pada sistem keselamatan guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari. Investigasi tidak bertujuan untuk maksud menempatkan kesalahan atau tuntutan hukum kepada individu atau sekumpulan individu atas masalah atau kelemahan apapun yang teridentifikasi dalam investigasi.

Untuk melaksanakan tugas investigasi tersebut, KNKT mempunyai wewenang antara lain:

  • memasuki tempat kejadian kecelakaan;
  • mengumpulkan barang bukti;
  • mengamankan on board recording (OBR);
  • memanggil dan meminta keterangan saksi;
  • menentukan penyebab kecelakaan transportasi dengan mengidentifikasi kelemahan- kelemahan yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan;
  • membuat rekomendasi keselamatan transportasi agar kecelakaan dengan penyebab yang sama tidak terjadi lagi.

Hasil investigasi dan penelitian penyebab kecelakaan kereta api yang dibuat dalam bentuk rekomendasi keselamatan wajib ditindaklanjuti oleh Pemerintah, Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian, dan Penyelenggara Sarana Perkeretaapian serta dapat diumumkan kepada publik.

Kategori Investigasi

Investigasi kecelakaan KA oleh KNKT tidak dilaksanakan pada setiap kecelakaan KA yang terjadi tetapi hanya pada kecelakaan yang memenuhi kategori PLH atau Peristiwa Luar Biasa Hebat; yang artinya adalah kecelakaan kereta api yang mengakibatkan orang tewas, luka parah atau menimbulkan kekusutan hebat.

Suatu kecelakaan dapat dikatakan sebagai PLH apabila memenuhi hal-hal sebagai berikut:

  • Kecelakaanhebatyang mengakibatkan orang tewas atau luka parah
  • Kekusutan hebat apabila kecelakaan tersebut mengakibatkan:

a. Kerusakan pada sarana dan prasarana kereta api

b. Kereta api sebagian atau seluruhnya keluar rel atau tabrakan;

c. Kereta atau gerobak rusak hebat karena ditabrak kereta api atau bagian langsir;

d. Bahaya karena kelalaian pegawai dalam melakukan urusan perjalanan kereta api

atau langsir (termasuk didalamnya tabrakan teoritis dan meluncur/larat);

e. Terhentinya operasi kereta api atau kereta api mengalami kegagalan operasi yaitu

batalnya perjalanan kereta api selama 6 (enam) jam atau lebih pada lintas

terjadinya kecelakaan.

Selain itu, KNKT juga dapat melaksanakan investigasi terhadap kecelakaan yang sering terjadi di lokasi yang sama atau kecelakaan yang terjadi pada tipe sarana/prasarana yang sama.

Sedangkan untuk pelaksanaan investigasi dan penelitian pada perlintasan sebidang dikoordinasikan oleh tim investigasi Kecelakaan Transportasi Jalan.

Tim Investigasi

Untuk penentuan penyebab kecelakaan kereta api dan perumusan rekomendasi keselamatan, Tim Investigasi Kereta Api KNKT dilakukan di bawah Sub Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Kereta Api dan beranggotakan kumpulan profesional di bidang perkeretaapian, yang meliputi ahli:

  1. Faktor Manusia;
  2. Sarana;
  3. Prasarana;
  4. Persinyalan dan Telekomunikasi;
  5. Operasi;
  6. Regulasi Perkeretaapian.

Untuk membantu kelancaran pelaksanaan tugas investigasi, ditempatkan staf pendukung yang secara struktural berada di lingkungan Sekretariat KNKT.

GPR KOMINFO