Berita KNKT

KRONOLOGI MIRINGNYA KAPAL RO-RO PENUMPANG DHARMA RUCITRA III

- Selasa, 28 Juli 2020
Jumlah Dilihat: 81 kali

JAKARTA - Kapal ro-ro penumpang Dharma Rucitra III yang diketahui milik PT Dharma Lautan Utama mengalami insiden pada 12 Juni 2020 saat hendak menuju ke Pelabuhan Padang Bai. Kapal tersebut dalam posisi miring dan nyaris tenggelam.

Sehubungan dengan hal tersebut maka KNKT mengirimkan tiga investigator pelayaran yang terdiri dari Henry A Barnes, Rudi Yulianto, dan Tri Widiyanto untuk melaksanakan proses investigasi. Dari hasil investigasi KNKT didapat kronologi kejadian sebagai berikut. Kapal berangkat dari dermaga (MB-2) Lembar pada pukul 16.55 WITA dengan kondisi laik laut dan cuaca cerah. Sekitar pukul 19.20 WITA, awak kapal yang bertugas di anjungan beserta nakhoda kapal mendengar bunyi dan terasa terjadi benturan. Tidak berselang lama, kontrol kemudi di anjungan menjadi tidak befungsi. Masinis jaga melihat adanya semburan air yang keluar dari tempat batang kemudi.

Mendapati hal tersebut, masinis jaga memerintahkan ke juru minyak jaga untuk melakukan pemompaan air serta melaporkan keadaan ini ke anjungan. Masinis jaga tidak dapat menjalankan kemudi darurat karena ketinggian air yang masuk ke dalam kapal kurang lebih mencapai 30-40 cm telah merendam kontrol panel dan tangki oli hydrolik. Setelah dilakukan proses pemompaan dengan bantuan pompa celup jinjing dan tambahan lainnya ketinggian air di ruang kemudi berhasil berkurang. Nakhoda memutuskan untuk melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Padang Bai dengan kondisi kemudi yang tidak berfungsi.

Pada pukul 20.45 WITA, sewaktu kapal bersiap masuk ke dalam alur Pelabuhan Padang Bai, nakhoda dan awak kapal di anjungan kembali merasa seperti terjadi benturan. Seketika kapal mengalami oleng. Posisi kapal miring ke kanan kurang lebih 45 derajat sehingga tidak dapat merapat ke dermaga untuk proses pembongkaran. Nakhoda meminta masinis jaga untuk membuang air balas yang terdapat di tangki sebelah kanan untuk mensejajarkan posisi kapal. Namun karena kemiringan kapal terus bertambah besar dan pintu rampa haluan tidak dapat dibuka mengingat posisi kapal yang tidak dapat merapat ke dermaga, nakhoda akhirnya membunyikan alarm darurat serta memerintahkan semuanya untuk segera meninggalkan kapal. . Seluruh penumpang dan awak kapal selesai dievakuasi dengan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sampai saat ini investigasi dan penyusunan laporan penyebab kejadian tersebut masih dilakukan oleh KNKT

GPR KOMINFO