Berita KNKT

KNKT USUT PENYEBAB TERBALIKNYA PERAHU WISATA DI KEDUNG OMBO

Admin Portal - Rabu, 02 Juni 2021
Jumlah Dilihat: 140 kali

JAWA TENGAH – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi terkait kecelakaan terbaliknya perahu Gako yang menewaskan sembilan orang pada 15 Mei 2021 di Waduk Kedung Ombo, Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Diketahui penyebab utama kecelakaan dikarenakan isi muatan kapal melebihi kapasitas.

Diawali saat 19 pengunjung Rumah Makan Gako (RMG) menumpangi sebuah perahu yang dinahkodai oleh seorang anak di bawah umur untuk menuju ke RMG. Ketika perahu hampir tiba di RMG, beberapa penumpang melakukan swafoto di depan kapal yang menjadikan berat perahu menjadi tidak seimbang hingga akhirnya terbalik dan tercebur ke waduk.

Perahu berbahan dasar serat (fibre) dengan maksimal kapasitas sebanyak 8 orang (termasuk awak perahu) yang menggunakan mesin temple 25 HP sebagai tenaga pendorong tersebut merupakan pemberian dari Kementerian Sosial (Kemensos) pada tahun 2012. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa perahu tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya dan entah bagaimana akhirnya bisa dimiliki RMG.

Hasil temuan yang dilakukan oleh Renan Hafsar dan Bambang Irawan selaku investigator KNKT di antaranya yaitu booming bisnis RMG dan wisata air mulai di Kedung Ombo ketika periode New Normal, RMG dan sebagian besar UMKM di perairan tidak berizin, Dinas Perhubungan tidak mengakui perahu yang celaka adalah transportasi karena menurutnya itu kewenangan Dinas Pariwisata, Kepala Desa dan pemilik tempat wisata menolak itu di bawah Dinas Pariwisata karena sebagian dari mereka membayar sewa guna kepada Perhutani.

Imbas kejadian tersebut, wisata Waduk Kedung Ombo Boyolali dan seluruh tempat wisata Perairan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu yang melibatkan pengunjung dilarang dan ditutup oleh Kepolisian setempat, penutupan dilakukan mulai Minggu (16/5/2021). Untuk ke depannya KNKT berharap agar seluruh pengoperasian perahu, dermaga, maupun lapangan parkir di tempat wisata memiliki izin dan berada dalam pengawasan yang tepat, seperti di Rawa Pening yang layak menjadi percontohan.

GPR KOMINFO