Berita KNKT

KNKT SUARAKAN PROFESI PENGEMUDI BUKANLAH PROFESI BUANGAN

Admin Portal - Kamis, 02 Juni 2022
Jumlah Dilihat: 126 kali

JAWA TENGAH - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) moda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan mengusung tema “Meningkatkan Keselamatan LLAJ melalui Kompetensi Pengemudi Angkutan Darat” pada 24 Mei 2022 bertempat di Kota Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid tersebut turut dihadiri beberapa stakeholder terkait, seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Sekolah Dinas Kementerian Perhubungan, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD), beberapa dinas perhubungan di Indonesia, Organda, dan beberapa operator kendaraan di Indonesia.

KNKT menyatakan sekitar 70-80% terjadinya kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia. Berdasarkan hasil investigasi, hal tersebut dapat dipengaruhi dari adanya sistem pengawasan dan pengendalian manajemen perusahaan maupun dari regulator kepada pengemudi yang selama ini diterapkan, seperti proses seleksi, pelatihan, waktu libur, dan batasan jam kerja.

Besar harapan KNKT baik dari regulator maupun manajemen perusahaan bus bisa mengklasifikasikan pengemudi berdasarkan kemampuan atau pengetahuan tentang rute-rute tertentu. “Hal ini penting dilakukan, karna dengan mengetahui kelas I, kelas II, kelas III dari masing-masing pengemudi, manajemen perusahaan juga mengetahui kemampuan pengemudi, sehingga nantinya bagi pengemudi yang kurang memahami rute tidak akan di tempatkan di daerah yang sulit. Karena beberapa kecelakaan yang diinvestigasi oleh KNKT, salah satu penyebab kecelakaan bus pariwisata ialah pengemudi yang tidak mengetahui risiko perjalanan pada rute yang akan dilalui.” jelas Soerjanto Tjahjono selaku Ketua KNKT.

Dalam paparannya Soerjanto juga mengatakan bahwa mayoritas kasus kecelakaan disebabkan faktor kelelahan. “Penyebab kasus kecelakaan yang kerap kali terjadi karna pengemudi mengalami kelelahan” tuturnya. “Kelelahan bukan permasalahan yang mudah untuk diatasi. Kontribusi dari regulator serta fungsi pengawasan dari manajemen perusahaan sangat penting untuk mengatasi permasalahan tersebut” ungkap Soerjanto. Dirinya menjelaskan akan pentingnya pengawasan dari manajemen perusahaan terhadap pengemudi mengenai jam kerja, serta disiplin aturan yang ditetapkan regulator.

KNKT berharap tujuan dari diadakannya kegiatan FGD untuk menghargai profesi pengemudi. Profesi pengemudi seringkali dianggap profesi buangan oleh masyarakat, tanpa disadari profesi pengemudi merupakan peran yang sangat penting yang ada di sekitar masyarakat. Selain itu, KNKT berharap dari pihak manajemen perusahaan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap jam kerja pengemudi, agar kedepannya human factor penyebab kecelakaan bisa dikurangi.

Turut hadir sebagai narasumber Presiden Direktur Indonesia Defensive Driving Center Bapak Bintarto Agung yang membahas mengenai Karakteristik Mengemudi Bus dan Truk dan Komisioner BNSP Bapak Bonardo Aldo Tobing yang hadir secara daring yang membahas Sertifikasi Kompetensi Pengemudi Bus dan Truk.

Kegiatan yang diawali dengan sambutan yang disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Bapak Erry Derima Riyanto dan dimoderatori oleh Bapak Felix Iryantomo selaku Peneliti Senior Institut Studi Transportasi (Instran) pada saat sesi diskusi berlangsung, kemudian pelaksanaan kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat.

GPR KOMINFO