Berita KNKT

KNKT SARANKAN APLIKATOR OJEK DARING UNTUK MEMBUAT PARTISI PELINDUNG YANG MEMENUHI ASPEK KESELAMATAN

- Selasa, 28 Juli 2020
Jumlah Dilihat: 72 kali

JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang telah menyebar di Indonesia sejak Maret 2020 silam telah mengubah banyak sisi kehidupan masyarakat. Begitu juga dengan sektor transportasi tidak luput dari tuntutan untuk melakukan perubahan. Pemerintah menggaungkan untuk melaksanakan kenormalan baru (new normal) untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini. Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengemudi ojek daring dibatasi untuk tidak mengangkut penumpang dan hanya dapat mengangkut barang. Saat ini, peraturan tersebut telah diubah sehingga ojek daring dapat mengangkut penumpang. Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, aplikator ojek daring berinisiatif untuk membuat partisi yang membatasi antara pengemudi dengan penumpang serta berfungsi untuk meminimalisasi penularan Covid-19.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai bagian dari pemerintah turut berkontribusi dalam pencegahan penularan Covid-19. KNKT mengapresiasi para aplikator ojek daring yang telah berinisiatif membuat partisi pelindung tersebut sebagai langkah preventif penyebaran virus Covid-19 antara pengemudi dengan penumpang ojek daring. Untuk meningkatkan efisiensi serta memenuhi aspek keselamatan pada partisi tersebut, KNKT menyarankan kepada aplikator ojek daring agar menyempurnakan lebih lanjut model partisi yang akan digunakan. Soerjanto, Ketua KNKT menegaskan jangan sampai pembuatan partisi ini yang bertujuan baik melindungi kesehatan, tetapi justru hasilnya malah tidak baik. Menurut KNKT, partisi yang digunakan saat ini kurang bersifat aerodinamis dan berpotensi menimbulkan turbulensi atau putaran angina yang dapat langsung masuk ke hidung penumpang. Selain itu KNKT menyarankan untuk meningkatkan aspek keselamatan dengan membuat pelindung karet pada lapisan luar partisi sehingga penumpang menjadi nyaman dan meminimalisasi goresan pada partisi dengan penumpang.

Dalam pertemuan yang dilakukan oleh KNKT bersama para regulator serta aplikator ojek daring bersepakat untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi dari desain partisi pelindung tersebut. KNKT juga melibatkan para pakar dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurut Soerjanto, beberapa masukan dari para pakar dapat membuat partisi pelindung menjadi lebih sempurna. Bersama para ahli dari ITB tersebut, BPPT, serta Ditjen Perhubungan Darat, KNKT membuat tiga buah prototype partisi pelindung dan kemudian dilakukan uji lab dan uji melalui terowongan angin. Tiga prototipe partisi pelindung tersebut akan menggunakan material berbeda untuk dapat mengetahui ketahan masing-masing material tersebut terhadap tekanan tertentu. Diharapkan dari hasil riset tersebut ada standardisasi model partisi pelindung yang aman dan berkeselamatan serta dapat digunakan sebagai pedoman oleh aplikator ojek daring di Indonesia.

GPR KOMINFO