Berita KNKT

KNKT REKOMENDASIKAN TINDAKAN MITIGASI TERKAIT KELELAHAN PENGEMUDI SAAT BERTUGAS

Admin Portal - Kamis, 02 Juni 2022
Jumlah Dilihat: 116 kali

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan kegiatan investigasi terkait kasus kecelakaan Bus Pariwisata Ardiansyah bernomor polisi S 7322 UW yang terjadi pada tanggal 16 Mei 2022 sekitar pukul 07.00 WIB di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak 15 orang.

Berdasarkan pemeriksaan pada lokasi kecelakaan, kendaraan serta awak kendaraan dan beberapa penumpang yang selamat, KNKT menyimpulkan bahwa faktor yang berkontribusi pada kejadian kecelakaan adalah faktor waktu kerja awak kendaraan yang melebihi ambang batas sehingga memicu terjadinya kelelahan pada awak kendaraan. Beberapa dampak yang ditimbulkan berdasarkan catatan hasil investigasi KNKT diantaranya meliputi hilangnya konsentrasi, menurunnya kewaspadaan, menurunnya pertimbangan atau pemikiran, melambatnya respon tubuh, dan menurunnya daya ingat serta perubahan suasana hati.

Sesuai dengan keterangan yang diperoleh, kendaraan melakukan perjalanan wisata dimulai dari Kota Surabaya pada hari sabtu tanggal 14 Mei 2022 pukul 20.00 WIB menuju Dieng dan Jogjakarta. Kembali ke Surabaya pada hari senin dini hari tanggal 16 Mei 2022 pukul 00.00 WIB tanpa melakukan istirahat. Kendaraan kemudian beristirahat di rest area tol Wilangan sambil menunggu penumpang melakukan ibadah solat subuh di mana pengemudi tidur di bagasi bus. Jam 05.30 WIB saat semua penumpang sudah naik, pembantu pengemudi berinisiatif membawa bus karena melihat pengemudinya masih tertidur.

Pengakuan pembantu pengemudi pada awalnya perjalanan menuju Surabaya berjalan lancar namun sekitar 2 menit sebelum titik kejadian kecelakaan pengemudi tidak sadar karena tertidur saat mengemudi, bahkan saat kendaraan keluar dari badan jalan dan menabrak pagar pengaman jalan dan menabrak kerb jalan tol hingga menyebabkan ban kendaraan pecah pengemudi masih belum tersadar sampai pada akhirnya bus menabrak tiang VMS (Variable Message Sign).

Sementara untuk faktor yang berkontribusi pada fatalitas korban ada 2, pertama adalah terkait forgiving road di mana pada jalan tol masih ditemukan bangunan rigid yang terbuka tanpa pelindung. Kedua adalah terkait crashworthiness, di mana ditemukan sebagian besar super structure bus dalam kondisi mengalami korosi, sehingga tidak mampu mempertahankan structure integrify saat mengalami benturan.

Fakta di lapangan juga ditemukan penggunaan rel sebagai dudukan bangku pengemudi dengan baut yang tidak proporsional sehingga saat terjadi benturan semua tempat duduk penumpang terlepas dari dudukannya, juga tidak tersedianya sabuk keselamatan pada bangku penumpang yang menyebabkan beberapa penumpang terlempar dari bus saat kecelakaan terjadi.

KNKT merekomendasikan beberapa tindakan mitigasi guna menurunkan resiko kecelakaan serta menurunkan fatalitas jika kecelakaan tidak dapat dihindari yang ditujukan kepada Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pengatur Jalan Tol, dan PT. Jasa Raharja. Dalam hal ini KNKT sangat terbuka untuk mendiskusikan temuan-temuan hasil investigasi terkait kelelahan awak kendaraan agar program mitigasi dapat lebih efektif sesuai dengan finding hazard.

GPR KOMINFO