Berita KNKT

KESIAPAN SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG ANGKUTAN LEBARAN

Admin Portal - Rabu, 27 April 2022
Jumlah Dilihat: 105 kali

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan rapat koordinasi kesiapan pemerintah terkait teknis sarana dan prasarana pendukung angkutan lebaran tahun 2022 di Wilayah Jawa Timur serta mendiskusikannya bersama instansi terkait dan para pemangku kepentingan yang hadir. Rapat yang diselenggarakan pada 13 April 2022 dipimpin oleh investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) didampingi oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI dan perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Masih dalam rangkaian antisipasi melonjaknya jumlah penumpang dan kendaraan mudik serta program monitoring angkutan lebaran tahun 2022, KNKT menekankan kepada para operator untuk mengecek kesiapan armada terkait pemenuhan persyaratan kelaikan jalan, kesiapan awak baik kompetensi pengemudi hingga kondisi kebugarannya, tata cara pemuatan, rute atau lintasan, dan penanganan keadaan darurat. Dihimbau agar penyediaan fasilitas keamanan kendaraan tidak luput dari perhatian seperti kaca, sabuk keselamatan, APAR, kotak p3k, dan lain sebagainya.

Wildan selaku Plt. Kasubkom moda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT menyampaikan materi paparan melalui jaringan virtual sekaligus mengulas peristiwa-peristiwa kecelakaan yang kerap kali terjadi di jalan dengan berdasarkan hasil investigasi yang KNKT lakukan, Wildan menjelaskan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian khususnya bagi pengemudi pada saat arus mudik nanti.

Beberapa hal tersebut di antaranya adalah perhatikan kondisi ban, pelajari penyebab pecah ban, pahami aquaplaning dan bagaimana cara menghindarinya serta apabila terkena aquaplaning apa yang harus dilakukan, waspadai bahaya micro sleep dan kenali penyebabnya, cari tau tentang jenis dan sistem rem pada kendaraan, pastikan kondisi kebugaran pengemudi mengingat masalah kelelahan jumlahnya mendominasi kecelakaan, perlu disediakan rest area yang memadai dengan jumlah kendaraan.

Wildan mengatakan, tekanan angin ban menjadi penyebab utama kecelakaan pecah ban dan aquaplaning. Perlu dilakukan edukasi secara masal kepada pengemudi agar lebih mewasdapai ban kendaraan yang lama tidak beroperasi. Fakta di lapangan,

KNKT menemukan pada angkutan lebaran kerusakan didominasi mesin yang mengalami overheat, gagal nanjak dan kerusakan lainnya. Pada jalan tol fasilitas derek ini sudah tersedia, namun tidak demikian halnya di jalan non tol, kendaraan yang mogok atau rusak bisa menjadi penyebab kemacetan atau pun kecelakaan.

KNKT menghimbau agar dapat dipersiapkan beberapa langkah antisipatif demi mewujudkan mudik angkutan lebaran tahun 2022 yang aman dan selamat, yaitu inventarisasi dan edukasi manajemen perusahaan angkutan orang terkait dengan jumlah kendaraan dan pengemudinya, sediakan rest area yang mencukupi pada jalan tol maupun non tol, gandeng korporasi untuk membuat posko mudik, siagakan petugas pada daerah rawan kecelakaan dan akses ke destinasi wisata, kendalikan angkutan orang dengan mobil barang, edukasi melalui stiker, banner, leaflet terkait bahaya lelah, pecah ban dan aquaplaning, gandeng Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk menyediakan bengkel siaga, persiapkan fasilitas derek di jalan tol dan non tol, persiapkan emergency response plan untuk kecelakaan yang melibatkan kendaraan berbahaya ataupun kebakaran di jalan, promosikan keberadaan posko lebaran kepada masyarakat sebelum lebaran melalui media elektronik.

GPR KOMINFO