Berita KNKT

KESELAMATAN JALAN TOL DI INDONESIA

Admin Portal - Rabu, 08 Desember 2021
Jumlah Dilihat: 409 kali

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggelar kegiatan forum tematik Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) pada 30 November 2021 bertempat di Redtop Hotel, Jakarta. Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi oleh kejadian kecelakaan yang berulangkali terjadi di jalan tol akhir-akhir ini, serta maraknya isu yang beredar luas di masyarakat terkait kondisi jalan tol di Indonesia yang disebutkan tidak aman. Sebagai bagian dalam pemerintah menjadi kewajiban KNKT untuk meluruskan informasi yang beredar tersebut.

Kegiatan forum tematik bakohumas tahun 2021 ini dilaksanakan dengan maksud untuk memberikan informasi, secara khusus kepada bapak ibu anggota bakohumas dan secara umum kepada masyarakat luas tentang kondisi jalan tol di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, dalam kegiatan ini juga disampaikan temuan-temuan KNKT dengan berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan mengenai faktor penyebab kecelakaan yang kerapkali terjadi di jalan tol dan yang paling utama yaitu untuk meluruskan isu yang beredar luas di masyarakat terkait kondisi jalan tol di indonesia.

Adapun tujuan dilakukannya kegiatan ini ialah agar terfasilitasinya koordinasi dan komunikasi antara para pemangku kehumasan di kementerian dan lembaga dalam upaya peningkatan keselamatan khususnya dalam berkendara di jalan tol, terwujudnya penurunan angka kecelakaan dan fatalitas dalam berkendara khususnya di jalan tol di Indonesia, serta tercapainya optimalisasi pelaksanaan tindak lanjut dan mitigasi terhadap rekomendasi peningkatan keselamatan di jalan tol guna mencegah terjadinya kecelakaan dengan penyebab yang sama di kemudian hari.

Dalam sambutan sekaligus pembuka kegiatan forum tematik bakohumas, Soerjanto Tjahjono selaku Ketua KNKT mengatakan bahwa penyebab kecelakaan di jalan tol didominasi oleh faktor internal. "Berdasarkan hasil investigasi KNKT menunjukkan bahwa sebanyak delapan puluh persen terjadinya kecelakaan di jalan tol disebabkan karena faktor internal yakni kelelahan pengemudi (fatigue)."

Soerjanto juga menyampaikan data dari pengelola jalan tol, kecelakaan di jalan tol banyak terjadi antara jam 00.00 sampai 06.00 dan jam 10.00 sampai jam 13.00 WIB. Berdasarkan data yang sama, faktor pengemudi adalah kurang antisipasi (tidak fokus, tidak jaga jarak, overspeeding) sebesar 52 persen.Sementara untuk faktor pengemudi yang mengantuk

sebesar adalah 45 persen. Perlu diketahui, memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi juga dapat membuat pengemudi tidak bisa mengantisipasi rintangan dengan baik.

Oleh sebab itu, Soerjanto menghimbau kepada para pengemudi, jika kondisi badan sudah lelah jangan dipaksakan untuk terus mengemudi. "Kebiasaan pengemudi jika sudah ngantuk dan lelah, mereka memilih untuk mengkonsumsi minuman penambah tenaga dan tetap melanjutkan perjalanannya. Ini secara fisik terlihat bugar, namun secara psikis sudah lelah, sehingga tidak responsif. Jelas hal ini tidak baik dan berbahaya, hendak lah beristirahat, jangan diteruskan” tekan Soerjanto.

Pelaksanaan kegiatan juga turut dihadiri Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Usman Kansong, dirinya mengatakan bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jerman pada Tahun 2020 dan menjangkau 1.100 responden dari seluruh provinsi di Indonesia, memperlihatkan bahwa dalam hal pencarian sumber informasi, lebih banyak masyarakat yang mengandalkan informasi dari media massa (82%) dibandingkan dengan informasi langsung dari pemerintah (58%), sehingga isu-isu yang belum jelas kebenaran dan asal-usulnya secara cepat dapat berkembang pesat.

Seperti informasi mengenai infrastruktur jalan tol di Indonesia yang tidak aman, lengkap dengan berbagai teori pendukungnya. Informasi-informasi yang belum terverifikasi kebenarannya ini marak beredar di dunia maya dan secara mudah bisa jadi sebagian dari penerima pesan mempercayai informasi tersebut tanpa terlebih dahulu mencari tahu fakta yang sebenarnya.

Plt. Kasubkom IK LLAJ KNKT, Ahmad Wildan menjelaskan bahwa setidaknya terdapat empat penyebab yang mendominasi terjadinya kecelakaan di jalan tol Indonesia yaitu adanya gap kecepatan yang sangat tinggi antar kendaraan, penurunan kewaspadaan dan micro sleep, pecah ban dan aquaplaning, serta kerusakan permukaan pada jalan tol.

Di samping itu, Direktur Operasi Jasa Marga, Fitri Wiyanti yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut serta sebagai perwakilan dari operator jalan tol terbesar di Indonesia, menekankan bahwa Jasa Marga berupaya dalam memenuhi standar jalan berkeselamatan di seluruh ruas tol yang dikelolanya dengan menerapkan tiga konsep, yakni forgiving road, self explaining, dan self enforcement.

GPR KOMINFO