Berita KNKT

KERJA SAMA MANUSIA DAN ALAT ANTARA KNKT DAN BASARNAS

Admin Portal - Rabu, 02 Juni 2021
Jumlah Dilihat: 127 kali

JAKARTA – Tidak ingin kecelakaan dengan penyebab yang sama kembali terulang di kemudian hari, dengan berkaca dari musibah yang dialami kapal MV Nur Allya dan kapal selam KRI Nanggala 402 beberapa waktu lalu yang meluluhlantakkan seluruh isi kapal, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) sepakat mengadakan pelatihan dan kerja sama dalam mengidentifikasi kecelakaan yang terjadi di air.

Mengingat bahwa saat ini peralatan untuk mendukung proses identifikasi kecelakaan yang terjadi di air masih sangat minim, oleh sebab itu KNKT dan BASARNAS mendorong pemerintah untuk melakukan pengadaan kapal khusus yang dilengkapi dengan peralatan khusus yang dapat digunakan di dalam air dengan kedalaman lebih dari 40 meter. Hal ini dikarenakan manusia atau penyelam tidak bisa berenang dan bertahan di kedalaman air lebih dari 40 meter. Sehingga, dalam proses evakuasi korban pada kecelakaan yang jatuh ke air melebihi kedalaman 40 meter alat bantu berupa mesin atau kapal sangat dibutuhkan.

"kerja sama kali ini tidak hanya kolaborasi antar manusianya ya tapi juga alat-alatnya, semoga ke depan proses identifikasi kecelakaan ga cuma sumber daya manusianya aja yang siap tapi perlengkapan pendukungnya juga siap" tutur Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT. "selain itu, perlu diadakannya pelatihan antara KNKT dan BASARNAS, sehingga terjadi sinergi ketika proses pencarian alat bukti antar penyelam keduanya dan dengan begitu para investigator KNKT juga bisa tau kesulitan-kesulitan yang dialami oleh penyelam BASARNAS" tambah Soerjanto.

Pada kegiatan rapat yang diselenggarakan di Kantor BASARNAS pada 21 Mei 2021 itu juga membahas mengenai tupoksi antar keduanya dengan tujuan untuk meluruskan persepsi yang selama ini masih rancu di kalangan masyarakat, bahwa pada saat terjadinya kecelakaan BASARNAS fokus pada proses evakuasi korban sedangkan KNKT fokus pada proses investigasi kecelakaan dan mencari bagian terpenting sebagai alat bukti.

Harapan ke depan dari diadakannya pelatihan dan kerja sama ini, apabila terjadi kecelakaan transportasi berupa kapal, pesawat, atau kendaraan bermotor lainnya yang jatuh ke air dengan kedalaman lebih dari 40 meter maka proses evakuasi masih bisa dilakukan dan proses investigasi menjadi lebih mudah.

"jadi supaya proses pencarian korban dan alat bukti bisa lebih cepat dan mudah, maka dalam hal ini ga cuma KNKT dan BASARNAS aja tapi semua resources juga harus bergerak saling bantu dan gabung dalam mengatasi kecelakaan" tutup Soerjanto.

GPR KOMINFO