Berita KNKT

IMBAUAN KESELAMATAN BERKENDARA DI MASA MUDIK TAHUN 2022

Admin Portal - Jumat, 22 April 2022
Jumlah Dilihat: 196 kali

JAKARTA – Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 963 Tahun 2022, Nomor 3 Tahun 2021 dan Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022. Hal ini diprediksi akan terjadinya arus mudik dan peningkatan jumlah kendaraan pada angkutan lebaran tahun 2022.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai koordinator keselamatan transportasi menyampaikanimbauankeselamatan berkendara bagi para pemudik yang disampaikan melalui beberapa stakeholder terkait. Pertama, guna mengantisipasi peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan mobil pribadi,KNKT meminta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk memberikan perintah kepada seluruh operator jalan tol untuk memasang banner yang berisi imbauan keselamatan transportasi di jalan tol pada setiap rest area.

Adapun imbauanyang dimaksud adalahberistirahatlah dengan baik dan cukup sebelum melakukan perjalanan jauh, beristirahatlah jika merasa lelah, pastikan kendaraan laik jalan, periksa tekanan angin dan kondisi ban, lebih baik lakukan perjalanan setelah berbuka puasa, seringlah beristirahat pada rest area terdekat jika berpuasa, gunakan aplikasi Google Mapssecara bijak dan hindari rute berbahaya, tidak melakukan penundaan pengisian ulang BBM untuk menghindari antrian di SPBU.Selain itu, pihak BPJT meminta kepada pengelola rest area jalan tol untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan dipublikasi kepada masyarakat.

Kedua, KNKT meminta kepada Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten di Wilayah Jawa dan Sumatera untuk menyediakan atau menentukan tempat rest area bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Adapun jarak antara rest area satu dengan yang lainnya tidak lebih dari 3 jam perjalanan. Rest area agar dapatmemasang banner terkait himbuan keselamatan yang berisi, beristirahatlah jika merasa lelah, beristirahatlah lebih sering jika berpuasa, lebih baik lakukan perjalanan setelah berbuka puasa, pastikan sepeda motor laik jalan, periksa tekanan angin dan kondisi ban, gunakan aplikasi Google Mapssecara bijak dan hindari rute berbahaya.

    Disamping itu, KNKT juga meminta kepada BPTD, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten di Jawa dan Sumatera untuk memasang banner yang berisi imbauan tidak menggunakan motor matic pada daerah rawan kecelakaan seperti turunan curam di Daerah Cangar, Gunung Lio, Bawang (Dieng), Cijapati (Garut), dan lain-lain.

    Ketiga, adanya peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan bus akan berdampak langsung pada peningkatan waktu tempuh yang diakibatkan bertambahnya jumlah kendaraan dalam perjalanan mudik. Beberapa kecelakaan angkutan bus banyak didominasi oleh faktor kelelahan terutama pada transportasi jarak jauh.

    Oleh sebab itu, KNKT meminta kepada seluruh perusahaan bus baik pada trayek maupun non trayek untuk memperhatikan beberapa hal di antaranya pastikan pengemudi memiliki kompetensi untuk melayani rute jarak jauh, pastikan pengemudi memiliki kompetensi sesuai peruntukannya seperti kendaraan, rute perjalanan, rambu dan marka jalan, serta penguasaan kondisi darurat, pastikan pengemudi telah beristirahat dengan baik dan cukup sebelum melakukan perjalanan, pastikan kendaraan laik jalan untuk perjalanan jauh, pengawasan waktu libur dan istirahat pengemudi menjadi prioritas utama, setiap operator bus wajib menugaskan 2 pengemudi apabila waktu tempuh lebih dari 8 jam, gunakan aplikasi Google Maps secara bijak dengan memperhatikan kelas jalan dan hindari rute berbahaya.

    Keempat, akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan pada tempat wisata yang sebaiknya disejajarkan dengan peningkatkan faktor keselamatan transportasi baik sarana, prasarana, maupun perizinannya. Kepada BPTD, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten di wilayah Jawa dan Sumatera KNKT meminta untuk menghimbau tempat wisata yang memiliki jalur berbahaya hendaknya memiliki tim tanggap darurat gunamengevakuasi korban jika terjadi kecelakaan lalu lintas, menyediakan terminal transit bagi pengunjung yang menggunakan bus besar, menyediakan tempat peristirahatan pengemudi.

    KNKT juga meminta untuk menghimbau kepada operator bus (agen perjalanan) agar wajib menugaskan 2 pengemudi jika perjalanan lebih dari 8jam, gunakan aplikasi Google Maps secara bijak dengan memperhatikan kelas jalan dan hindari rute berbahaya, pastikan kondisi bus laik jalan, memiliki izin operasional, dan masa berlaku uji kir, pastikan pengemudi memiliki kompetensi sesuai peruntukannya seperti kendaraan, rute perjalanan, rambu dan marka jalan, serta penguasaan kondisi darurat, pastikan pengemudi telah beristirahat dengan baik dan cukup sebelum perjalanan, setiap agen perjalanan agar menyediakan biaya akomodasi peristirahatan bagi pengemudi, setiap agen perjalanan untuk melakukan pengawasan kepada pengemudi terkait kualitas istirahatnya.

GPR KOMINFO