Berita KNKT

BERSAMA NTSB, BOEING, FAA, dan TSIB, KNKT BAHAS PERKEMBANGAN LANJUTAN KECELAKAAN PESAWAT SJ-182

Admin Portal - Rabu, 02 Juni 2021
Jumlah Dilihat: 243 kali

JAKARTA – Berikut disampaikan perkembangan investigasi pesawat udara Boeing 737-500 PK-CLC, yang mengalami kecelakaan pada tanggal 9 Januari 2021.

Pada tanggal 24 Mei 2021, pukul 19.00 WIB, KNKT mengadakan pertemuan membahas perkembangan investigasi secara virtual dengan National Transportation Safety Board (NTSB), Boeing, Federal Aviation Administration (FAA) dan Transport Safety Investigation Bearueau (TSIB). Pertemuan membahas antara lain pemeriksaan komponen yang dikirim ke Amerika Serikat. Pertemuan menyimpulkan bahwa pemeriksaan komponen belum selesai dilaksanakan karena ada beberapa kendala antara lain kerusakan alat pengetesan. Investigasi juga berencana untuk melakukan beberapa simulasi menggunakan simulator dan diharapkan siap pada akhir Juni 2021. Simulasi akan menggunakan data Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Pertemuan juga membahas tentang diterbitkannya Continued Airworthiness Notification to the International Community (CANIC) oleh Federal Aviation Administration (FAA) pada tanggal 14 Mei 2021. Pada CANIC disampaikan:

“Boeing discovered, during the ongoing investigation of the January 9, 2021, accident on a Model 737-500 series airplane operated by Sriwijaya Air, that a flap synchro wire failure may go undetected by the autothrottle computer.”

“At this time, the preliminary data of the ongoing accident investigation shows that it is highly unlikely that the accident resulted from this unsafe condition.”

(Pada saat proses investigasi kecelakaan pesawat udara Boeing 737-500 tanggal 9 Januari 2021 yang dioperasikan oleh Sriwijaya Air, Boeing menemukan adanya isu keselamatan berupa potensi kegagalan flap synchro wire yang mungkin tidak terdeteksi oleh autothrottle computer.)

(Namun demikian, berdasarkan data awal dari proses investigasi menunjukkan bahwa sangat kecil kemungkinannya kecelakaan Sriwijaya Air disebabkan oleh isu keselamatan dimaksud.)

KNKT melihat bahwa CANIC ini diterbitkan oleh FAA, yang menengarai adanya safety issue, yaitu suatu kondisi yang teridentifikasi dalam proses investigasi, yang apabila tidak dilakukan perbaikan, dapat berakibat pada kecelakaan.

Berdasarkan hasil investigasi KNKT, fakta menunjukkan bahwa satu pengatur tenaga mesin berkurang, sementara yang lain tetap sehingga timbul perbedaan tenaga mesin. Dalam CANIC juga dinyatakan bahwa adanya kerusakan yang tidak terdeteksi pada flap synchro sangat kecil kemungkinannya menyebabkan kecelakaan. KNKT saat ini belum menemukan adanya keterkaitan antara kegagalan flap synchro wire dengan pergerakan pengatur tenaga mesin. Investigasi juga masih mendalami data FDR dan CVR termasuk rencana pelaksanaan simulasi jika diperlukan.

Pada tahap ini investigasi masih akan melakukan banyak pemeriksaan dan penelitian sehingga penyebab kecelakaan sampai saat masih belum diketahui.

GPR KOMINFO