Berita KNKT

ASPEK UTAMA PENYELENGGARAAN ANGKUTAN LEBARAN TERPADU TAHUN 2020 1441 H

- Jumat, 29 Mei 2020
Jumlah Dilihat: 165 kali

JAKARTA – Aktivitas perpindahan yang biasa dilakukan masyarakat ketika Hari Raya Idul Fitri tiba atau yang biasanya disebut dengan istilah mudik merupakan sebuah tradisi yang syarat akan makna perjalanan hidup umat manusia. Saat prosesi mudik, maka berbondong-bondong masyarakat perantau yang bekerja di kota besar kembali pulang ke kampung halamannya. Keselamatan dalam berkendara menjadi aspek terpenting dan yang paling utama dalam penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu tahun 2020/1441 H, di mana jika aspek keselamatan transportasi lebaran terjamin berarti hak masyarakat pemudik pengguna transportasi terlindungi. Namun, dengan adanya pandemi covid 19 pemerintah tidak merumuskan kebijakan angkutan lebaran terpadu baik berupa kebijakan dalam kerangka peraturan, pengendalian serta pengelolaan angkutan lebaran tahun 2020/1441 H.

Dengan memperhatikan uraian evaluasi kecelakaan angkutan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, maka dalam merayakan Idul Fitri Tahun 2020/1441 H falsafah keselamatan transportasi dapat menjadi dasar kebijakan bahwa kecelakaan dapat dicegah, upaya pencegahan kecelakaan harus mendapat prioritas, penggunaan personil dan materiil harus tepat. Berkenaan dengan hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2019 atau tahun sebelumnya, maka fokus Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada Idul Fitri Tahun 2020/1441 H akan berkonsentrasi terhadap penanganan human factor khususnya pada management fatigue (manajemen kelelahan).

Sehubungan ditetapkannya larangan mudik Idul Fitri Tahun 2020/1441 H karena adanya wabah pandemi covid 19 maka pemantauan operasi keselamatan transportasi dilakukan secara tidak langsung (remote) dan investigasi kecelakaan transportasi tetap dilakukan oleh KNKT sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi investigasi kecelakaan transportasi.

Waktu penyelenggaraan operasi keselamatan transportasi Idul Fitri Tahun 2020/1441 H dilaksanakan pada tanggal 17 Mei s.d 1 Juni 2020 dengan wilayah cakupan angkutan jalan meliputi 6 provinsi, angkutan penyebrangan 10 lintasan, angkutan perkeretaapian meliputi 9 Daerah Operasi (Daop), angkutan pelayaran mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan titik berat pengendalian terpadu meliputi 51 pelabuhan, dan angkutan penerbangan mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan titik berat pengendalian terpadu meliputi 38 bandar udara.

Adapun rekomendasi keselamatan yang dipersiapkan pada Idul Fitri Tahun 2020/1441 H yaitu ditujukan kepada regulator maupun masyarakat yang merayakan lebaran dengan memperhatikan pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan covid 19 secara efisien, pertama yaitu angkutan jalan sebanyak 7 rekomendasi, kedua yaitu angkutan laut sebanyak 16 rekomendasi, selanjutnya yaitu angkutan perkeretaapian sebanyak 5 rekomendasi, dan yang terakhir yaitu angkutan penerbangan sebanyak 4 rekomendasi.

GPR KOMINFO