Berita KNKT

ANTISIPASI KNKT JELANG ARUS MUDIK LEBARAN TAHUN 2022

Admin Portal - Jumat, 22 April 2022
Jumlah Dilihat: 117 kali

JAKARTA – Sederet aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) perlahan mulai dilonggarkan. Salah satunya tradisi mudik atau kegiatan perjalanan pulang ke kampung halaman yang dua tahun lalu dilarang, kini kembali diperbolehkan. Sejumlah persyaratan telah ditetapkan bagi para pemudik tanpa menyampingkan penerapan protokol kesehatan.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono menyampaikan akan adanya potensi lonjakan penumpang dan kendaraan relatif tinggi seiring kelonggaran persyaratan perjalanan yang telah ditetapkan, serta mengingat tidak adanya periode mudik Idul Fitri selama tahun 2020 dan 2021 dalam upaya pengendalian penyebaran kasus Covid-19.

“kepada seluruh operator dan regulator diharapkan agar menyiapkan sarana armada, prasarana fasilitas, dan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan semaksimal mungkin karena diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan pada arus mudik lebaran tahun ini dengan adanya kelonggaran persyaratan perjalanan,” ujarnya.

Serangkaian persiapan dalam rangka mengantisipasi angka lonjakan pemudik telah KNKT lakukan, dari mulai pembuatan leaflet himbauan terkait keselamatan saat berkendara yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat dan ditempelkan di tempat-tempat peristirahatan, pemasangan palang peringatan, dan pengecekan jalur penyelamat di beberapa titik lokasi rawan kecelakaan, hingga posko lebaran dan monitoring angkutan lebaran.

Selain itu, Soerjanto mengajak kepada seluruh perusahaan baik negeri, swasta, maupun BUMN agar turut berperan mengantisipasi angka lonjakan dengan segera membayarkan Tunjungan Hari Raya (THR) tanpa dicicil kepada seluruh pekerjanya paling lambat H-7 lebaran, “biar rentang waktunya lebih fleksibel, meminimalisir kecelakaan, mencegah terjadinya penumpukan seperti di bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, rest area, dan tempat-tempat lainnya, maka dimohon kepada seluruh perusahaan agar dapat membayar THR secara penuh dan sesegera mungkin.”

Soerjanto juga menekankan bahwa peran serta dan dukungan masyarakat dengan menjadi pemudik yang bertanggung jawab menjadi faktor penting dalam mewujudkan perjalanan mudik yang selamat, aman, nyaman, dan sehat. Jangan lupa tetap mengikuti aturan sebaik-baiknya serta tidak mengabaikan protokol kesehatan demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.

GPR KOMINFO